Usaha Geolistrik Ujoh Bilang

By | 29 Desember 2019
No ratings yet.

Usaha Geolistrik Ujoh Bilang

Usaha Geolistrik Ujoh Bilang Profesional

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah salah satu  metode geofisika yang memiliki tujuan sadar sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah bersama cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, karena arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini memang adalah mencari resistivitas atau tahanan type dari batuan. Resistivitas atau tahanan model adalah besaran atau parameter yang membuktikan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang punyai resistivitas semakin besar, menyatakan bahwa batuan tersebut sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga sanggup dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa bersifat peta sebaran tahanan type baik bersama dengan type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama kebutuhan diadakannya akuisisi information serta model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk memahami pergantian tahanan tipe lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini mengfungsikan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal sebabkan aliran arus listrik sanggup menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik selanjutnya maka dapat menyebabkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang mengakses melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN ikut berubah cocok bersama dengan Info style batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan asumsi bahwa kedalaman lapisan batuan yang mampu ditembus oleh arus listrik ini mirip dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berupa setengah bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang manfaatkan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan bakal didapat suatu harga tahanan tipe semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan jenis semu sebab tahanan style yang terhitung selanjutnya merupakan gabungan berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan style semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang tersebut dilukiskan terhadap grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan style semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu bentuk kurva data geolistrik. Dari kurva information tersebut bisa dihitung dan dianggap cii-ciri susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman lebih kurang 300 m amat berfungsi untuk tahu mungkin terdapatnya lapisan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada bagian bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini dapat untuk mendeteksi ada susunan tambang yang membawa kontras resistivitas dengan susunan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk menyadari perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga sanggup untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk tahu secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari lebih dari satu konfigurasi, jikalau yang ke 4 buah elektrodanya terletak didalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap ke-2 sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk paham nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk paham karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai karakter homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat dengan permukaan tanah akan sangat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini bakal memicu information geolistrik jadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang sanggup merubah homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, faktor ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terkandung terhadap susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari lapisan batuan yang tidak serupa termasuk bakal membuat ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, tapi sekiranya digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada kemungkinan tegangan listrik alami selanjutnya ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, sehingga information yang terukur menjadi kurang benar.

Untuk mengatasi ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan dijalankan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan tunjukkan tegangan listrik yang benar-benar diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas seperti ini cuma terkandung pada multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini ditunaikan bersama dengan langkah letakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini mempunyai kelebihan di dalam kecermatan pembacaan dikarenakan punya nilai eksentrisitas yang tidak terlampau besar atau punya nilai sebesar 1/3. metode ini termasuk keliru satu metode bersama dengan tanda yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh terhadap hasil perhitungan. selain itu, metode ini membutuhkan cost yang lebih mahal kecuali dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain karena tiap tiap berpindah, maka kabel perlu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilakukan dengan langkah yang sama bersama Wenner, tetapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak sama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini sanggup berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah melewati batas eksentrisitas, kudu dilaksanakan shifting terhadap elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan masih dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yakni pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi adanya non-homogenitas susunan batuan pada permukaan bersama langkah memperbandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil dikala AB berada sangat jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dijalankan bersama langkah yang benar-benar tidak sama bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditaruh berjauhan bersama jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung bisa digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punya mutu isyarat yang jelek kalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami bisa laksanakan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi berikut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik bersifat tahanan style bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk jelas tidak tipis lapisan lapuk, type batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk menyadari persebaran mineral di di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk sadar ketebalan susunan lapuk di dalam pemilihan pemasangan bor, susunan susunan serta model batuan.

Arkeologi untuk mengetahui situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau menyadari intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi memiliki kedalaman semu maksimum yang bisa ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2