Usaha Geolistrik Paringin

By | 8 Desember 2019
No ratings yet.

Usaha Geolistrik Paringin

Usaha Geolistrik Paringin Terbaik

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah  metode geofisika yang bertujuan jelas sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebetulnya adalah mencari resistivitas atau tahanan model dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang perlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang memiliki resistivitas semakin besar, membuktikan bahwa batuan tersebut susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk bisa dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan dapat diukur bersama memasukkan arus listrik ke di dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berupa peta sebaran tahanan jenis baik bersama dengan jenis mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama dengan kebutuhan diadakannya akuisisi information dan juga tipe konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk mengetahui pergantian tahanan style susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan memicu aliran arus listrik dapat menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka dapat menyebabkan tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur dengan  penggunakan multimeter yang mengakses melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN ikut berubah cocok dengan informasi model batuan yang turut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan kesimpulan bahwa kedalaman lapisan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini sama bersama separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat setengah bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang menggunakan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berlangsung akan didapat suatu harga tahanan style semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu karena tahanan model yang termasuk selanjutnya merupakan kombinasi dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan type semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya dilukiskan pada grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan model semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu wujud kurva information geolistrik. Dari kurva knowledge selanjutnya mampu dihitung dan dikira sifat susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman lebih kurang 300 m terlalu berfungsi untuk mengetahui mungkin terdapatnya lapisan akifer yakni susunan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi ada susunan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk jelas perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga bisa untuk menduga adanya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk menyadari secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari sebagian konfigurasi, apabila yang ke 4 buah elektrodanya terletak dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap kedua segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk jelas nilai ketebalan dan tahanan model batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk menyadari karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa karakter homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah bakal terlalu berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini akan menyebabkan information geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang mampu mempengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, segi ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang mampu menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang umumnya terkandung pada susunan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi mengakibatkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral dari susunan batuan yang tidak sama terhitung dapat memicu ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, namun bila digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia barangkali tegangan listrik alami tersebut ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, sehingga data yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk menangani adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dijalankan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter bakal tunjukkan tegangan listrik yang benar-benar diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang membawa fasilitas seperti ini hanya terdapat pada multimeter bersama dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan cara menempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya kelebihan dalam kecermatan pembacaan sebab miliki nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini termasuk tidak benar satu metode bersama dengan isyarat yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang dapat berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini memerlukan cost yang lebih mahal terkecuali dibandingkan dengan konfigurasi yang lain dikarenakan tiap tiap berpindah, maka kabel perlu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilakukan dengan cara yang serupa bersama Wenner, tetapi jarak elektroda arus bisa diubah tidak serupa bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini mampu berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah lewat batas eksentrisitas, kudu dijalankan shifting terhadap elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan tetap mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi terdapatnya non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan dengan langkah memperbandingkan nilai resistivitas semu dikala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil dikala AB berada benar-benar jauh, nyaris melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan cara yang terlalu tidak serupa dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di tempatkan berjauhan bersama jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung mampu digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punya mutu tanda yang buruk jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita dapat melaksanakan pengurangan elektroda supaya konfigurasi selanjutnya jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik berupa tahanan model sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk menyadari tebal lapisan lapuk, jenis batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk paham persebaran mineral di di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk mengerti ketebalan lapisan lapuk didalam penentuan pemasangan bor, susunan susunan dan juga model batuan.

Arkeologi untuk tahu situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau paham intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2