Usaha Geolistrik Hulu Sungai Utara

By | 30 September 2019
No ratings yet.

Usaha Geolistrik Hulu Sungai Utara

Usaha Geolistrik Hulu Sungai Utara No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan  metode geofisika yang punya tujuan tahu sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, karena arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebenarnya adalah mencari resistivitas atau tahanan type berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan tipe adalah besaran atau parameter yang membuktikan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang punya resistivitas tambah besar, menunjukkan bahwa batuan berikut sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung dapat dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan bisa diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik mampu berupa peta sebaran tahanan jenis baik bersama model mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama keperluan diadakannya akuisisi information serta jenis konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk menyadari pergantian tahanan style susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini manfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan mengakibatkan aliran arus listrik dapat menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik selanjutnya maka bakal mengakibatkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang membuka melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan terhadap elektroda MN ikut beralih sesuai bersama informasi jenis batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan analisis bahwa kedalaman lapisan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini sama bersama separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh berasal dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat setengah bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang memakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan dapat didapat suatu harga tahanan jenis semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan tipe semu dikarenakan tahanan tipe yang termasuk berikut merupakan gabungan berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang tersebut dideskripsikan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu bentuk kurva knowledge geolistrik. Dari kurva data tersebut bisa dihitung dan diduga karakter susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kurang lebih 300 m terlampau berguna untuk menyadari bisa saja ada lapisan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) terhadap anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi terdapatnya susunan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa juga untuk sadar perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung dapat untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk jelas secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari sebagian konfigurasi, jikalau yang ke 4 buah elektrodanya terdapat dalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada ke dua segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk jelas nilai ketebalan dan tahanan model batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk menyadari karakteristik susunan batuan bawah permukaan dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai pembawaan homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah bakal terlalu berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini akan menyebabkan data geolistrik menjadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang mampu mempengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang bisa menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang kebanyakan terdapat terhadap susunan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi mengakibatkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari lapisan batuan yang tidak sama juga bakal membuat ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, namun seandainya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia mungkin tegangan listrik alami berikut ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, agar information yang terukur jadi kurang benar.

Untuk menangani terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter bakal perlihatkan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa fasilitas seperti ini cuma terkandung terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini ditunaikan bersama dengan langkah letakkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya kelebihan didalam kecermatan pembacaan sebab miliki nilai eksentrisitas yang tidak terlampau besar atau punya nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung salah satu metode bersama dengan isyarat yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh pada hasil perhitungan. tak hanya itu, metode ini butuh biaya yang lebih mahal jika dibandingkan bersama konfigurasi yang lain karena tiap tiap berpindah, maka kabel wajib diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dikerjakan dengan cara yang serupa bersama Wenner, namun jarak elektroda arus mampu diubah tidak sama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini bisa berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah lewat batas eksentrisitas, kudu dijalankan shifting pada elektroda potensial agar nilai yang didapatkan masih dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger umumnya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi ada non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan bersama cara membandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil disaat AB berada amat jauh, hampir lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilaksanakan bersama langkah yang terlalu berlainan dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditempatkan berjauhan dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung sanggup digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini memiliki mutu tanda yang tidak baik jikalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita bisa laksanakan pengurangan elektroda supaya konfigurasi tersebut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berupa tahanan jenis sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk menyadari tidak tipis susunan lapuk, tipe batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk menyadari persebaran mineral di dalam susunan tanah.

Minyak untuk menyadari ketebalan susunan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, struktur lapisan serta model batuan.

Arkeologi untuk tahu situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau tahu intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi miliki kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2