Usaha Geolistrik Barito Selatan

By | 7 September 2019
No ratings yet.

Usaha Geolistrik Barito Selatan

Usaha Geolistrik Barito Selatan Terbaik

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah suatu  metode geofisika yang mempunyai tujuan tahu sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebetulnya adalah melacak resistivitas atau tahanan tipe dari batuan. Resistivitas atau tahanan model adalah besaran atau parameter yang membuktikan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang memiliki resistivitas makin besar, perlihatkan bahwa batuan selanjutnya susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk sanggup dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan dapat diukur bersama memasukkan arus listrik ke didalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa berwujud peta sebaran tahanan jenis baik bersama dengan model mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan dengan keperluan diadakannya akuisisi knowledge dan juga model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk jelas perubahan tahanan model lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini memanfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal sebabkan aliran arus listrik sanggup menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik berikut maka bakal menyebabkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang terhubung melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN turut beralih sesuai dengan Info type batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan asumsi bahwa kedalaman susunan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini sama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berbentuk setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang gunakan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus serta simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berlangsung bakal didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan tipe semu sebab tahanan jenis yang juga selanjutnya merupakan kombinasi dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan jenis semu berasal dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang tersebut diekspresikan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan style semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva information berikut bisa dihitung dan dikira karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman sekitar 300 m amat berguna untuk paham kemungkinan ada susunan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) terhadap bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi adanya lapisan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama lapisan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk sadar perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik termasuk dapat untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk memahami secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, jika yang ke 4 buah elektrodanya terdapat dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada ke dua sisi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk mengetahui nilai ketebalan dan tahanan type batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk sadar karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama biaya survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa sifat homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat bersama permukaan tanah akan amat berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini bakal memicu information geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang dapat pengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang kebanyakan terdapat pada susunan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi mengakibatkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang berlainan juga dapat membuat ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, tetapi jika digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia barangkali tegangan listrik alami berikut turut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, sehingga data yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk mengatasi ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dijalankan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter bakal membuktikan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa layanan seperti ini hanya terkandung terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilakukan bersama cara meletakkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya berlebihan di dalam kecermatan pembacaan karena miliki nilai eksentrisitas yang tidak amat besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung keliru satu metode bersama dengan isyarat yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang dapat berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini perlu biaya yang lebih mahal jikalau dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain sebab tiap-tiap berpindah, maka kabel perlu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan dengan cara yang sama bersama Wenner, tapi jarak elektroda arus mampu diubah tidak sama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini sanggup berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah lewat batas eksentrisitas, harus dilaksanakan shifting pada elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan tetap sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah sanggup mendeteksi terdapatnya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan dengan langkah membandingkan nilai resistivitas semu kala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil kala AB berada terlampau jauh, hampir melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilaksanakan dengan langkah yang benar-benar berbeda bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal jikalau dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk mampu digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki kualitas sinyal yang tidak baik terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita dapat lakukan pengurangan elektroda supaya konfigurasi selanjutnya menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berbentuk tahanan jenis dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk paham tebal lapisan lapuk, jenis batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengerti persebaran mineral di di dalam susunan tanah.

Minyak untuk mengetahui ketebalan lapisan lapuk dalam penentuan pemasangan bor, susunan susunan serta type batuan.

Arkeologi untuk menyadari situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau mengetahui intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi miliki kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2