Tukang Geolistrik Nanga Bulik

By | 2 November 2019

Tukang Geolistrik Nanga Bulik

Tukang Geolistrik Nanga Bulik Terbaik

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan salah satu  metode geofisika yang bertujuan memahami sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, dikarenakan arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sesungguhnya adalah mencari resistivitas atau tahanan jenis dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang punyai resistivitas semakin besar, perlihatkan bahwa batuan selanjutnya sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung dapat dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan bisa diukur bersama memasukkan arus listrik ke di dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik dapat berbentuk peta sebaran tahanan style baik dengan tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan keperluan diadakannya akuisisi knowledge dan juga type konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk sadar pergantian tahanan model lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini manfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan menyebabkan aliran arus listrik bisa menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik selanjutnya maka bakal mengakibatkan tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang membuka melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN turut berubah cocok bersama informasi jenis batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan analisis bahwa kedalaman susunan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat setengah bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang memanfaatkan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris terhadap titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan akan didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu gara-gara tahanan jenis yang termasuk tersebut merupakan gabungan dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan tipe semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya dideskripsikan pada grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu wujud kurva knowledge geolistrik. Dari kurva knowledge berikut mampu dihitung dan dikira karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman lebih kurang 300 m amat berfaedah untuk jelas kemungkinan terdapatnya lapisan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi adanya susunan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama dengan susunan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk jelas perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung bisa untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk mengetahui secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari sebagian konfigurasi, sekiranya yang ke 4 buah elektrodanya terletak di dalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap ke dua segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk sadar nilai ketebalan dan tahanan model batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk memahami karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai sifat homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat bersama dengan permukaan tanah dapat sangat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini dapat memicu data geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang sanggup memengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, aspek ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang bisa menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang biasanya terkandung pada susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral dari susunan batuan yang berlainan termasuk dapat membuat ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun apabila digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia kemungkinan tegangan listrik alami tersebut turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, supaya information yang terukur jadi tidak cukup benar.

Untuk menanggulangi terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter akan menunjukkan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai sarana seperti ini cuma terdapat terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan dengan cara meletakkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai kelebihan di dalam ketelitian pembacaan dikarenakan mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak amat besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung keliru satu metode bersama dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini memerlukan cost yang lebih mahal kalau dibandingkan bersama konfigurasi yang lain sebab setiap berpindah, maka kabel mesti diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan dengan cara yang mirip bersama dengan Wenner, namun jarak elektroda arus bisa diubah tidak mirip bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini bisa berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah melewati batas eksentrisitas, mesti dikerjakan shifting terhadap elektroda potensial agar nilai yang didapatkan tetap dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi terdapatnya non-homogenitas susunan batuan pada permukaan bersama dengan cara memperbandingkan nilai resistivitas semu disaat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil disaat AB berada benar-benar jauh, nyaris melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dijalankan bersama langkah yang sangat tidak serupa dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditaruh berjauhan bersama dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk sanggup digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai kualitas isyarat yang jelek jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita mampu lakukan pengurangan elektroda supaya konfigurasi berikut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berupa tahanan type sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tidak tipis susunan lapuk, model batuan, struktur geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk memahami persebaran mineral di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk mengetahui ketebalan susunan lapuk didalam penentuan pemasangan bor, struktur susunan dan juga type batuan.

Arkeologi untuk tahu situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau tahu intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punya kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2