Tukang Geolistrik Air Tanah Sanggau

By | 26 September 2019
No ratings yet.

Tukang Geolistrik Air Tanah Sanggau

Tukang Geolistrik Air Tanah Sanggau Berpengalaman

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah  metode geofisika yang mempunyai tujuan mengerti sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebenarnya adalah melacak resistivitas atau tahanan tipe dari batuan. Resistivitas atau tahanan type adalah besaran atau parameter yang menunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang punyai resistivitas makin besar, perlihatkan bahwa batuan selanjutnya sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga sanggup dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa berupa peta sebaran tahanan tipe baik bersama dengan jenis mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan kebutuhan diadakannya akuisisi data dan juga type konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali ditunaikan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk menyadari pergantian tahanan style susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini pakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan memicu aliran arus listrik mampu menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik selanjutnya maka bakal mengakibatkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang mengakses melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan pada elektroda MN turut berubah sesuai bersama Info type batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan kesimpulan bahwa kedalaman susunan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek berasal dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat setengah bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang mengfungsikan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang terjadi bakal didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu karena tahanan style yang termasuk selanjutnya merupakan kombinasi berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan jenis semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang berikut digambarkan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan model semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva knowledge selanjutnya dapat dihitung dan dianggap karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kira-kira 300 m benar-benar berfungsi untuk paham mungkin ada lapisan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi ada lapisan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama susunan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk mengetahui perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga dapat untuk menduga adanya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk tahu secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, misalnya yang ke 4 buah elektrodanya terletak didalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada ke dua segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk mengerti nilai ketebalan dan tahanan type batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk tahu karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa pembawaan homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah akan sangat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini akan menyebabkan data geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang sanggup mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, aspek ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang biasanya terdapat pada lapisan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan pada mineral-mineral dari lapisan batuan yang tidak serupa termasuk bakal sebabkan ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun jika digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia kemungkinan tegangan listrik alami berikut ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, supaya knowledge yang terukur jadi kurang benar.

Untuk mengatasi terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum dijalankan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter bakal perlihatkan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang mempunyai layanan layaknya ini cuma terdapat pada multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan cara menempatkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya berlebihan di dalam ketelitian pembacaan karena memiliki nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini juga salah satu metode dengan isyarat yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh pada hasil perhitungan. selain itu, metode ini butuh ongkos yang lebih mahal kalau dibandingkan dengan konfigurasi yang lain dikarenakan setiap berpindah, maka kabel wajib diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan cara yang serupa bersama dengan Wenner, namun jarak elektroda arus dapat diubah tidak serupa bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini bisa berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melalui batas eksentrisitas, mesti ditunaikan shifting pada elektroda potensial agar nilai yang didapatkan masih dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger umumnya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi terdapatnya non-homogenitas susunan batuan pada permukaan dengan langkah membandingkan nilai resistivitas semu disaat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil disaat AB berada amat jauh, nyaris lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dijalankan dengan langkah yang benar-benar tidak serupa dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk mampu digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini memiliki mutu isyarat yang jelek jikalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami sanggup laksanakan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi selanjutnya jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berwujud tahanan type mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk paham tebal lapisan lapuk, model batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengetahui persebaran mineral di di dalam susunan tanah.

Minyak untuk memahami ketebalan susunan lapuk di dalam pemilihan pemasangan bor, susunan lapisan dan juga type batuan.

Arkeologi untuk jelas situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam di dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau menyadari intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2