Tukang Geolistrik Air Tanah Barabai

By | 4 Desember 2019
No ratings yet.

Tukang Geolistrik Air Tanah Barabai

Tukang Geolistrik Air Tanah Barabai Terbaik

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan  metode geofisika yang bertujuan memahami sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah bersama cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini memang adalah melacak resistivitas atau tahanan style dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang menunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas semakin besar, menyatakan bahwa batuan selanjutnya susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga bisa dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan dapat diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke di dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berwujud peta sebaran tahanan style baik dengan jenis mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan dengan keperluan diadakannya akuisisi data serta style konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilaksanakan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk menyadari pergantian tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini manfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal memicu aliran arus listrik bisa menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka dapat mengakibatkan tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang terhubung melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan terhadap elektroda MN ikut berubah cocok dengan Info jenis batuan yang ikut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan asumsi bahwa kedalaman lapisan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini sama bersama separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berupa setengah bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang memakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berlangsung bakal didapat suatu harga tahanan model semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan style semu sebab tahanan model yang termasuk selanjutnya merupakan gabungan dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu berasal dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang berikut dilukiskan pada grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan style semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu wujud kurva knowledge geolistrik. Dari kurva knowledge selanjutnya sanggup dihitung dan dikira karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kira-kira 300 m sangat bermanfaat untuk mengetahui bisa saja adanya susunan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi adanya susunan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama dengan susunan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk mengetahui perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung dapat untuk menduga adanya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk memahami secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, misalnya yang ke 4 buah elektrodanya terletak di dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada ke-2 sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk paham nilai ketebalan dan tahanan style batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk paham karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama dengan ongkos survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai sifat homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat bersama dengan permukaan tanah akan sangat berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini akan memicu information geolistrik jadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang sanggup memengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, faktor ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang bisa menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang biasanya terkandung pada susunan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi menyebabkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari susunan batuan yang tidak sama juga dapat sebabkan ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tapi kalau digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada barangkali tegangan listrik alami tersebut turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, supaya information yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk menangani terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dijalankan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter bakal menyatakan tegangan listrik yang sangat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas layaknya ini cuma terkandung terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini ditunaikan bersama dengan langkah letakkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai berlebihan didalam kecermatan pembacaan dikarenakan punyai nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau bernilai sebesar 1/3. metode ini juga tidak benar satu metode dengan isyarat yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang dapat berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak hanya itu, metode ini membutuhkan cost yang lebih mahal jikalau dibandingkan dengan konfigurasi yang lain karena tiap tiap berpindah, maka kabel wajib diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilaksanakan bersama dengan langkah yang mirip bersama Wenner, tetapi jarak elektroda arus mampu diubah tidak sama bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini mampu berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah melalui batas eksentrisitas, harus dikerjakan shifting terhadap elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan masih bisa terbaca.

konfigurasi schlumberger umumnya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi ada non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan bersama dengan langkah membandingkan nilai resistivitas semu kala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil saat AB berada benar-benar jauh, hampir melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilakukan dengan langkah yang terlalu tidak sama bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di letakkan berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal terkecuali dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung bisa digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai kualitas sinyal yang buruk jikalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami mampu jalankan pengurangan elektroda supaya konfigurasi berikut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik berwujud tahanan jenis dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk menyadari tidak tipis susunan lapuk, type batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk sadar persebaran mineral di di dalam susunan tanah.

Minyak untuk paham ketebalan lapisan lapuk dalam pemilihan pemasangan bor, susunan susunan serta style batuan.

Arkeologi untuk paham situs-situs peninggalan histori yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau memahami intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2