Spesialis Geolistrik Pulang Pisau

By | 5 November 2019

Spesialis Geolistrik Pulang Pisau

Spesialis Geolistrik Pulang Pisau No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah  metode geofisika yang punya tujuan tahu sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, karena arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebetulnya adalah mencari resistivitas atau tahanan style berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang perlihatkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas makin lama besar, membuktikan bahwa batuan berikut sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk bisa dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan dapat diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke didalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berbentuk peta sebaran tahanan model baik bersama dengan tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama dengan kebutuhan diadakannya akuisisi knowledge serta model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk mengerti perubahan tahanan style lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini manfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal sebabkan aliran arus listrik dapat menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka dapat mengundang tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur dengan  penggunakan multimeter yang membuka melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN turut berubah cocok bersama Info style batuan yang turut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan anggapan bahwa kedalaman susunan batuan yang sanggup ditembus oleh arus listrik ini mirip bersama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang pakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan akan didapat suatu harga tahanan model semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu dikarenakan tahanan tipe yang terhitung selanjutnya merupakan paduan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan jenis semu berasal dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang berikut dilukiskan pada grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu wujud kurva data geolistrik. Dari kurva information selanjutnya bisa dihitung dan diduga pembawaan susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan hingga kedalaman kurang lebih 300 m terlalu bermanfaat untuk memahami mungkin adanya lapisan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini sanggup untuk mendeteksi terdapatnya susunan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk menyadari perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung dapat untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk tahu secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari lebih dari satu konfigurasi, jikalau yang ke 4 buah elektrodanya terdapat didalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada kedua segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk menyadari nilai ketebalan dan tahanan type batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk paham karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan ongkos survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai cii-ciri homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah bakal amat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini akan memicu data geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang sanggup mempengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang mampu menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terkandung terhadap lapisan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi mengakibatkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang tidak serupa termasuk dapat membawa dampak ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun seumpama digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia kemungkinan tegangan listrik alami tersebut turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, agar data yang terukur menjadi kurang benar.

Untuk menanggulangi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami berikut dan kedudukan awal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter bakal menyatakan tegangan listrik yang terlampau diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai sarana seperti ini cuma terdapat terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan cara tempatkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini mempunyai kelebihan didalam ketelitian pembacaan sebab memiliki nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini terhitung salah satu metode dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak sanggup mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini memerlukan biaya yang lebih mahal kecuali dibandingkan bersama konfigurasi yang lain sebab setiap berpindah, maka kabel wajib diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dikerjakan dengan langkah yang sama bersama Wenner, tetapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak mirip bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini sanggup berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah lewat batas eksentrisitas, mesti ditunaikan shifting pada elektroda potensial agar nilai yang didapatkan tetap sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan bersama dengan langkah memperbandingkan nilai resistivitas semu disaat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil kala AB berada amat jauh, hampir lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan dengan cara yang sangat tidak serupa bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di letakkan berjauhan dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk dapat digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai mutu tanda yang buruk jikalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita dapat lakukan pengurangan elektroda supaya konfigurasi tersebut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berupa tahanan tipe mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk mengetahui tebal susunan lapuk, jenis batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengetahui persebaran mineral di di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk memahami ketebalan lapisan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, struktur lapisan dan juga style batuan.

Arkeologi untuk tahu situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau sadar intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punya kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2