Spesialis Geolistrik Banjar

By | 22 Oktober 2019
No ratings yet.

Spesialis Geolistrik Banjar

Spesialis Geolistrik Banjar No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan suatu  metode geofisika yang mempunyai tujuan sadar sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebenarnya adalah melacak resistivitas atau tahanan model dari batuan. Resistivitas atau tahanan model adalah besaran atau parameter yang menyatakan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang punya resistivitas semakin besar, membuktikan bahwa batuan tersebut susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung bisa dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke didalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berwujud peta sebaran tahanan jenis baik dengan model mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama dengan keperluan diadakannya akuisisi knowledge serta type konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali ditunaikan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk mengerti perubahan tahanan model lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini menggunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan menyebabkan aliran arus listrik dapat menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka dapat mengundang tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang mengakses lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan pada elektroda MN ikut berubah sesuai bersama Info type batuan yang ikut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan pemikiran bahwa kedalaman susunan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini sama bersama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berupa 1/2 bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang memanfaatkan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang terjadi akan didapat suatu harga tahanan style semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu gara-gara tahanan type yang terhitung tersebut merupakan paduan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya diekspresikan pada grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan style semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva data berikut bisa dihitung dan diduga cii-ciri lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman sekitar 300 m benar-benar bermanfaat untuk jelas barangkali terdapatnya susunan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni susunan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini dapat untuk mendeteksi ada lapisan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa juga untuk menyadari perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik termasuk mampu untuk menduga adanya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk mengerti secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, bila yang ke 4 buah elektrodanya terdapat di dalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap kedua sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk sadar nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk jelas karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama dengan biaya survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak membawa pembawaan homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah bakal terlampau berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini akan memicu knowledge geolistrik menjadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang sanggup mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang mampu menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terdapat pada lapisan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari susunan batuan yang tidak sama juga dapat memicu ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun jika digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada mungkin tegangan listrik alami selanjutnya turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga data yang terukur jadi tidak cukup benar.

Untuk mengatasi terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum dilaksanakan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan perlihatkan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas seperti ini cuma terkandung terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan dengan langkah meletakkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai kelebihan didalam kecermatan pembacaan dikarenakan punyai nilai eksentrisitas yang tidak terlampau besar atau bernilai sebesar 1/3. metode ini juga keliru satu metode dengan isyarat yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini memerlukan cost yang lebih mahal terkecuali dibandingkan dengan konfigurasi yang lain gara-gara tiap-tiap berpindah, maka kabel mesti diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilakukan bersama dengan cara yang serupa dengan Wenner, tetapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak serupa bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini dapat berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah lewat batas eksentrisitas, mesti dikerjakan shifting pada elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan masih bisa terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yakni pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi ada non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan bersama cara memperbandingkan nilai resistivitas semu dikala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil saat AB berada terlampau jauh, nyaris lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilaksanakan bersama dengan langkah yang benar-benar berbeda bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditaruh berjauhan dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga mampu digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai mutu isyarat yang jelek jikalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita mampu laksanakan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi tersebut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik bersifat tahanan jenis dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tidak tipis lapisan lapuk, model batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk memahami ketebalan lapisan lapuk dalam pemilihan pemasangan bor, struktur lapisan dan juga type batuan.

Arkeologi untuk paham situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau memahami intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang bisa ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2