Spesialis Geolistrik Air Tanah Tamiang Layang

By | 30 Desember 2019

Spesialis Geolistrik Air Tanah Tamiang Layang

Spesialis Geolistrik Air Tanah Tamiang Layang Profesional

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah  metode geofisika yang punya tujuan jelas sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, karena arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini memang adalah melacak resistivitas atau tahanan type berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan tipe adalah besaran atau parameter yang membuktikan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang memiliki resistivitas makin besar, memperlihatkan bahwa batuan tersebut sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga bisa dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan bisa diukur bersama memasukkan arus listrik ke dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik dapat berupa peta sebaran tahanan style baik bersama dengan type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama keperluan diadakannya akuisisi information dan juga tipe konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilaksanakan oleh Conrad Schlumberger pada tahun 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk sadar pergantian tahanan tipe lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini mengfungsikan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan membawa dampak aliran arus listrik sanggup menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik berikut maka dapat menimbulkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang membuka melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN ikut beralih sesuai dengan Info style batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan asumsi bahwa kedalaman susunan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini mirip dengan separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berbentuk setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang memakai 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris terhadap titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berlangsung dapat didapat suatu harga tahanan style semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan tipe semu gara-gara tahanan model yang juga berikut merupakan paduan dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang selanjutnya diekspresikan pada grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu bentuk kurva knowledge geolistrik. Dari kurva knowledge tersebut sanggup dihitung dan dikira pembawaan lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kurang lebih 300 m amat berguna untuk menyadari kemungkinan terdapatnya susunan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi adanya susunan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama lapisan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk mengetahui perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga dapat untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk tahu secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari lebih dari satu konfigurasi, apabila yang ke 4 buah elektrodanya terletak didalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap kedua segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk menyadari nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk sadar karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak membawa pembawaan homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat dengan permukaan tanah bakal amat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini bakal memicu data geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang bisa pengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang umumnya terdapat terhadap lapisan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang berlainan juga bakal sebabkan ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun apabila digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia bisa saja tegangan listrik alami tersebut turut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, supaya knowledge yang terukur jadi kurang benar.

Untuk menanggulangi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum dijalankan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami berikut dan kedudukan awal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter dapat menunjukkan tegangan listrik yang sangat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang membawa layanan seperti ini cuma terdapat pada multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan dengan cara tempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini mempunyai berlebihan di dalam ketelitian pembacaan gara-gara memiliki nilai eksentrisitas yang tidak amat besar atau bernilai sebesar 1/3. metode ini juga salah satu metode bersama dengan tanda yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh terhadap hasil perhitungan. selain itu, metode ini butuh ongkos yang lebih mahal kecuali dibandingkan dengan konfigurasi yang lain karena tiap tiap berpindah, maka kabel wajib diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dikerjakan bersama cara yang sama bersama dengan Wenner, tapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak sama bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini sanggup berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melalui batas eksentrisitas, harus ditunaikan shifting pada elektroda potensial agar nilai yang didapatkan tetap dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi terdapatnya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan bersama dengan cara membandingkan nilai resistivitas semu disaat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil dikala AB berada benar-benar jauh, nyaris lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama cara yang sangat berbeda dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditaruh berjauhan bersama dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal jika dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga sanggup digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punya kualitas tanda yang tidak baik kecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami sanggup melaksanakan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi selanjutnya jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik berwujud tahanan model mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk memahami tidak tipis susunan lapuk, jenis batuan, struktur geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk jelas persebaran mineral di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk mengerti ketebalan lapisan lapuk di dalam pemilihan pemasangan bor, struktur susunan dan juga jenis batuan.

Arkeologi untuk sadar situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau menyadari intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang bisa ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2