Spesialis Geolistrik Air Tanah Sendawar

By | 21 September 2019
No ratings yet.

Spesialis Geolistrik Air Tanah Sendawar

Spesialis Geolistrik Air Tanah Sendawar Terjangkau

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan salah satu  metode geofisika yang punya tujuan memahami sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sesungguhnya adalah melacak resistivitas atau tahanan model berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan type adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang memiliki resistivitas tambah besar, menunjukkan bahwa batuan selanjutnya sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga sanggup dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berupa peta sebaran tahanan jenis baik bersama style mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama keperluan diadakannya akuisisi information dan juga type konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilaksanakan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk memahami pergantian tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini menggunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan membuat aliran arus listrik sanggup menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik berikut maka bakal mengundang tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang membuka melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN turut berubah cocok bersama Info jenis batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan analisis bahwa kedalaman lapisan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud setengah bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang mengfungsikan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berlangsung bakal didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan jenis semu sebab tahanan style yang juga tersebut merupakan paduan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan type semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya dideskripsikan terhadap grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan style semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu bentuk kurva data geolistrik. Dari kurva information selanjutnya bisa dihitung dan dianggap cii-ciri lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman sekitar 300 m terlalu bermanfaat untuk paham kemungkinan ada lapisan akifer yaitu susunan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni susunan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini sanggup untuk mendeteksi ada lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk mengerti perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung sanggup untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk jelas secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, misalnya yang ke 4 buah elektrodanya terdapat di dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap ke dua segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk mengetahui nilai ketebalan dan tahanan jenis batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk paham karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai pembawaan homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat bersama permukaan tanah akan benar-benar berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini akan menyebabkan information geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang bisa merubah homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, faktor ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang bisa menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terkandung terhadap lapisan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang berbeda termasuk dapat sebabkan ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tapi sekiranya digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia mungkin tegangan listrik alami selanjutnya turut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, supaya data yang terukur jadi tidak cukup benar.

Untuk menangani terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dijalankan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan tunjukkan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai sarana layaknya ini cuma terdapat terhadap multimeter bersama dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini ditunaikan bersama dengan langkah menempatkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini miliki berlebihan di dalam ketelitian pembacaan karena mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak terlampau besar atau bernilai sebesar 1/3. metode ini juga salah satu metode bersama isyarat yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh terhadap hasil perhitungan. selain itu, metode ini perlu ongkos yang lebih mahal jikalau dibandingkan bersama konfigurasi yang lain karena tiap tiap berpindah, maka kabel perlu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini ditunaikan bersama dengan cara yang mirip bersama Wenner, tapi jarak elektroda arus bisa diubah tidak sama bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini sanggup berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah lewat batas eksentrisitas, perlu dikerjakan shifting terhadap elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan masih mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yakni pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi terdapatnya non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan dengan langkah membandingkan nilai resistivitas semu dikala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil dikala AB berada benar-benar jauh, hampir melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilaksanakan bersama dengan langkah yang sangat berbeda bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal terkecuali dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk dapat digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punya mutu tanda yang buruk terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami sanggup lakukan pengurangan elektroda supaya konfigurasi berikut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berupa tahanan style mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk menyadari tebal susunan lapuk, style batuan, struktur geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengetahui persebaran mineral di di dalam susunan tanah.

Minyak untuk jelas ketebalan lapisan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, struktur lapisan dan juga tipe batuan.

Arkeologi untuk mengetahui situs-situs peninggalan histori yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau jelas intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punyai kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2