Spesialis Geolistrik Air Tanah Paringin

By | 24 Desember 2019
No ratings yet.

Spesialis Geolistrik Air Tanah Paringin

Spesialis Geolistrik Air Tanah Paringin No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan  metode geofisika yang mempunyai tujuan sadar sifat-sifat kelistrikan susunan batuan dibawah permukaan tanah bersama langkah menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, dikarenakan arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebetulnya adalah melacak resistivitas atau tahanan jenis berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan tipe adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang punyai resistivitas makin besar, membuktikan bahwa batuan berikut sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung mampu dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur bersama memasukkan arus listrik ke di dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berbentuk peta sebaran tahanan model baik bersama dengan tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama kebutuhan diadakannya akuisisi knowledge dan juga model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk menyadari pergantian tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memanfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal membuat aliran arus listrik bisa menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik tersebut maka akan menyebabkan tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang mengakses lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN turut beralih cocok bersama dengan Info tipe batuan yang turut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan kesimpulan bahwa kedalaman lapisan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini sama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud setengah bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang memanfaatkan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris terhadap titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang terjadi dapat didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu dikarenakan tahanan model yang terhitung berikut merupakan paduan dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan tipe semu dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang selanjutnya dilukiskan terhadap grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu wujud kurva knowledge geolistrik. Dari kurva data berikut mampu dihitung dan dikira sifat susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kurang lebih 300 m amat berfaedah untuk paham barangkali ada lapisan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) terhadap anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi adanya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama dengan susunan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk mengerti perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik termasuk mampu untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk tahu secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari sebagian konfigurasi, misalnya yang ke 4 buah elektrodanya terletak dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada ke dua segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk tahu nilai ketebalan dan tahanan style batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai sifat homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat dengan permukaan tanah akan terlalu berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini bakal membawa dampak information geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang dapat merubah homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, segi ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang mampu menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang kebanyakan terdapat pada susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang berlainan terhitung dapat menyebabkan ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, tetapi andaikan digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia mungkin tegangan listrik alami tersebut ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga knowledge yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk mengatasi terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dilakukan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami berikut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter akan menunjukkan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas layaknya ini hanya terkandung pada multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilaksanakan bersama dengan langkah meletakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai berlebihan didalam ketelitian pembacaan dikarenakan memiliki nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau punya nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung salah satu metode bersama tanda yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh pada hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini membutuhkan ongkos yang lebih mahal jika dibandingkan dengan konfigurasi yang lain karena setiap berpindah, maka kabel perlu diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan langkah yang serupa bersama dengan Wenner, tetapi jarak elektroda arus bisa diubah tidak mirip dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini mampu berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah lewat batas eksentrisitas, perlu dikerjakan shifting terhadap elektroda potensial agar nilai yang didapatkan masih mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi adanya non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan dengan langkah membandingkan nilai resistivitas semu kala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil kala AB berada terlalu jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini ditunaikan bersama cara yang amat tidak serupa bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditempatkan berjauhan dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal jika dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk sanggup digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punyai kualitas isyarat yang tidak baik kecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita mampu lakukan pengurangan elektroda supaya konfigurasi tersebut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik bersifat tahanan style sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk memahami tidak tipis susunan lapuk, type batuan, struktur geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk memahami persebaran mineral di didalam susunan tanah.

Minyak untuk mengerti ketebalan susunan lapuk di dalam pemilihan pemasangan bor, struktur lapisan serta model batuan.

Arkeologi untuk menyadari situs-situs peninggalan histori yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau mengetahui intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang bisa ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2