Spesialis Geolistrik Air Tanah Lamandau

By | 20 September 2019
No ratings yet.

Spesialis Geolistrik Air Tanah Lamandau

Spesialis Geolistrik Air Tanah Lamandau No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan suatu  metode geofisika yang mempunyai tujuan tahu sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, dikarenakan arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebetulnya adalah mencari resistivitas atau tahanan jenis berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan tipe adalah besaran atau parameter yang perlihatkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang mempunyai resistivitas jadi besar, membuktikan bahwa batuan selanjutnya sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga bisa dipakai untuk pilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur dengan memasukkan arus listrik ke di dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa berupa peta sebaran tahanan model baik bersama dengan model mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama dengan kebutuhan diadakannya akuisisi knowledge dan juga jenis konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk jelas perubahan tahanan model lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memanfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat memicu aliran arus listrik sanggup menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik selanjutnya maka bakal menimbulkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur dengan  penggunakan multimeter yang terhubung melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN turut beralih cocok bersama dengan informasi tipe batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan pemikiran bahwa kedalaman lapisan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini mirip dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini berupa setengah bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang menggunakan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan dapat didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan style semu sebab tahanan tipe yang juga tersebut merupakan paduan berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan type semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang berikut dilukiskan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan model semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu wujud kurva knowledge geolistrik. Dari kurva information tersebut sanggup dihitung dan dianggap pembawaan susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman kurang lebih 300 m benar-benar berguna untuk paham kemungkinan ada susunan akifer yakni susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap bagian bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi terdapatnya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama susunan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa juga untuk memahami perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga bisa untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk sadar secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari beberapa konfigurasi, sekiranya yang ke 4 buah elektrodanya terletak di dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap kedua sisi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk mengetahui nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk memahami karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama biaya survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai sifat homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat dengan permukaan tanah akan sangat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini akan sebabkan information geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang dapat pengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, aspek ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang mampu menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang kebanyakan terdapat pada susunan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari lapisan batuan yang tidak sama terhitung bakal membuat ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun apabila digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada kemungkinan tegangan listrik alami selanjutnya turut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, sehingga knowledge yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk mengatasi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum dilaksanakan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter dapat menunjukkan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa sarana seperti ini hanya terkandung terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini ditunaikan bersama langkah letakkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini miliki berlebihan di dalam ketelitian pembacaan sebab memiliki nilai eksentrisitas yang tidak amat besar atau bernilai sebesar 1/3. metode ini termasuk salah satu metode bersama sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini membutuhkan ongkos yang lebih mahal terkecuali dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain gara-gara tiap-tiap berpindah, maka kabel perlu diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilaksanakan dengan cara yang serupa bersama dengan Wenner, tapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak serupa dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini dapat berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melewati batas eksentrisitas, wajib dilaksanakan shifting pada elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan masih mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yakni pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi terdapatnya non-homogenitas susunan batuan pada permukaan bersama dengan cara memperbandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil kala AB berada sangat jauh, nyaris melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini ditunaikan bersama langkah yang amat berbeda bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di tempatkan berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal jikalau dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung mampu digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki mutu tanda yang jelek jikalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita sanggup melaksanakan pengurangan elektroda agar konfigurasi selanjutnya menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik bersifat tahanan model dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk mengerti tebal lapisan lapuk, type batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengetahui persebaran mineral di dalam susunan tanah.

Minyak untuk mengerti ketebalan lapisan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, susunan lapisan serta jenis batuan.

Arkeologi untuk tahu situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau menyadari intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi memiliki kedalaman semu maksimum yang bisa ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2