Spesialis Geolistrik Air Tanah Buru Selatan

By | 24 Oktober 2019
No ratings yet.

Spesialis Geolistrik Air Tanah Buru Selatan

Spesialis Geolistrik Air Tanah Buru Selatan
Profesional

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah salah satu  metode geofisika yang punya tujuan sadar sifat-sifat kelistrikan susunan batuan dibawah permukaan tanah bersama cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini memang adalah melacak resistivitas atau tahanan type dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang tunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang memiliki resistivitas semakin besar, menyatakan bahwa batuan berikut sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk bisa dipakai untuk pilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa bersifat peta sebaran tahanan tipe baik bersama dengan tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan keperluan diadakannya akuisisi information dan juga jenis konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk paham perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini mengfungsikan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat mengakibatkan aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik selanjutnya maka dapat menimbulkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang terhubung melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan terhadap elektroda MN ikut beralih cocok bersama dengan informasi tipe batuan yang ikut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan kesimpulan bahwa kedalaman susunan batuan yang sanggup ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud 1/2 bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang manfaatkan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berlangsung akan didapat suatu harga tahanan style semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu gara-gara tahanan tipe yang terhitung selanjutnya merupakan kombinasi dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan tipe semu berasal dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang selanjutnya digambarkan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva data selanjutnya dapat dihitung dan diduga karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan hingga kedalaman sekitar 300 m benar-benar berfungsi untuk jelas barangkali adanya susunan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi terdapatnya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk mengerti perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung sanggup untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk memahami secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari beberapa konfigurasi, apabila yang ke 4 buah elektrodanya terdapat didalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada ke dua sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk mengetahui nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk jelas karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama ongkos survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai cii-ciri homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat dengan permukaan tanah dapat benar-benar berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini bakal membawa dampak data geolistrik jadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang bisa memengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, aspek ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang bisa menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang biasanya terkandung terhadap susunan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang tidak sama termasuk akan memicu ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, tapi seandainya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia mungkin tegangan listrik alami berikut turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, supaya data yang terukur jadi kurang benar.

Untuk menangani adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dikerjakan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter dapat tunjukkan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang membawa layanan layaknya ini hanya terdapat terhadap multimeter bersama dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilaksanakan dengan langkah meletakkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai berlebihan di dalam ketelitian pembacaan karena miliki nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung salah satu metode bersama dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini perlu cost yang lebih mahal kalau dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain dikarenakan setiap berpindah, maka kabel wajib diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dikerjakan bersama cara yang sama bersama Wenner, namun jarak elektroda arus dapat diubah tidak serupa bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini dapat berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah lewat batas eksentrisitas, harus dilakukan shifting terhadap elektroda potensial agar nilai yang didapatkan tetap dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger umumnya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi ada non-homogenitas susunan batuan pada permukaan bersama dengan langkah membandingkan nilai resistivitas semu kala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil kala AB berada terlampau jauh, hampir melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini ditunaikan dengan langkah yang sangat tidak serupa bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di tempatkan berjauhan dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal jika dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung dapat digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punyai kualitas isyarat yang jelek jikalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita dapat laksanakan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi berikut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berbentuk tahanan jenis mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk tahu tebal susunan lapuk, tipe batuan, struktur geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk menyadari persebaran mineral di di dalam susunan tanah.

Minyak untuk sadar ketebalan susunan lapuk dalam pemilihan pemasangan bor, susunan susunan dan juga style batuan.

Arkeologi untuk mengetahui situs-situs peninggalan histori yang terpendam di dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau tahu intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punya kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2