Perusahaan Geolistrik Tana Paser

By | 21 Oktober 2019

Perusahaan Geolistrik Tana Paser

Perusahaan Geolistrik Tana Paser Berpengalaman

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan  metode geofisika yang memiliki tujuan menyadari sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama langkah menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sesungguhnya adalah melacak resistivitas atau tahanan jenis berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang menunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang memiliki resistivitas makin besar, membuktikan bahwa batuan selanjutnya sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga sanggup dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur dengan memasukkan arus listrik ke di dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berupa peta sebaran tahanan tipe baik bersama dengan tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan keperluan diadakannya akuisisi information serta style konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger pada tahun 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk memahami pergantian tahanan tipe susunan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini mengfungsikan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal memicu aliran arus listrik dapat menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka akan mengundang tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN turut berubah cocok bersama informasi model batuan yang ikut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan analisis bahwa kedalaman susunan batuan yang sanggup ditembus oleh arus listrik ini mirip dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berupa 1/2 bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang manfaatkan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang terjadi dapat didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan jenis semu karena tahanan jenis yang juga berikut merupakan paduan berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan style semu dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang selanjutnya dideskripsikan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan tipe semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu bentuk kurva data geolistrik. Dari kurva knowledge selanjutnya sanggup dihitung dan dikira karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman lebih kurang 300 m benar-benar berfungsi untuk mengerti kemungkinan terdapatnya lapisan akifer yaitu susunan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap bagian bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi adanya lapisan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk jelas perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik termasuk bisa untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk jelas secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, sekiranya yang ke 4 buah elektrodanya terletak dalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap ke-2 sisi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk sadar nilai ketebalan dan tahanan model batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk jelas karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai sifat homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat dengan permukaan tanah akan amat berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini bakal memicu data geolistrik menjadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang dapat memengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang bisa menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terkandung pada lapisan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menyebabkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral dari lapisan batuan yang tidak serupa termasuk dapat memicu ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun apabila digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia kemungkinan tegangan listrik alami berikut ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, agar information yang terukur menjadi kurang benar.

Untuk mengatasi terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dilakukan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal dari multimeter dibuat menjadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter bakal membuktikan tegangan listrik yang benar-benar diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas layaknya ini cuma terdapat terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini ditunaikan bersama cara meletakkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya berlebihan di dalam ketelitian pembacaan sebab mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini juga tidak benar satu metode dengan tanda yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh pada hasil perhitungan. tak hanya itu, metode ini memerlukan cost yang lebih mahal terkecuali dibandingkan bersama konfigurasi yang lain gara-gara setiap berpindah, maka kabel perlu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini ditunaikan bersama dengan cara yang mirip bersama dengan Wenner, namun jarak elektroda arus bisa diubah tidak mirip dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini dapat berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melalui batas eksentrisitas, wajib ditunaikan shifting terhadap elektroda potensial agar nilai yang didapatkan tetap bisa terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi ada non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan bersama cara membandingkan nilai resistivitas semu dikala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil kala AB berada amat jauh, nyaris melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama cara yang sangat tidak serupa bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung bisa digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punyai mutu isyarat yang jelek kalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami sanggup melaksanakan pengurangan elektroda supaya konfigurasi tersebut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berupa tahanan tipe sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk mengetahui tebal susunan lapuk, style batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk jelas persebaran mineral di di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk mengerti ketebalan susunan lapuk dalam penentuan pemasangan bor, susunan lapisan dan juga tipe batuan.

Arkeologi untuk memahami situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau mengetahui intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi memiliki kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2