Perusahaan Geolistrik Sambas

By | 24 November 2019

Perusahaan Geolistrik Sambas

Perusahaan Geolistrik Sambas Terjangkau

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan salah satu  metode geofisika yang mempunyai tujuan jelas sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebenarnya adalah mencari resistivitas atau tahanan tipe dari batuan. Resistivitas atau tahanan tipe adalah besaran atau parameter yang membuktikan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang memiliki resistivitas makin lama besar, perlihatkan bahwa batuan tersebut sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung mampu dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik dapat bersifat peta sebaran tahanan style baik bersama dengan jenis mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama kebutuhan diadakannya akuisisi data dan juga model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk menyadari pergantian tahanan model lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini mengfungsikan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal menyebabkan aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik selanjutnya maka akan menimbulkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang terhubung melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN ikut berubah cocok dengan Info jenis batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan kesimpulan bahwa kedalaman susunan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini sama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud setengah bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang pakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang terjadi dapat didapat suatu harga tahanan jenis semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu gara-gara tahanan style yang termasuk berikut merupakan paduan dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan style semu berasal dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang selanjutnya digambarkan pada grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu wujud kurva information geolistrik. Dari kurva data tersebut mampu dihitung dan dikira cii-ciri lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman kira-kira 300 m terlampau berguna untuk menyadari mungkin terdapatnya lapisan akifer yakni susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini sanggup untuk mendeteksi terdapatnya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas dengan susunan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk paham perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga dapat untuk menduga adanya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk mengetahui secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari sebagian konfigurasi, bila yang ke 4 buah elektrodanya terdapat di dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap ke dua sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk mengetahui nilai ketebalan dan tahanan type batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk paham karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai cii-ciri homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat bersama dengan permukaan tanah akan benar-benar berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini akan membawa dampak information geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang dapat mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang kebanyakan terdapat terhadap susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menyebabkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang berbeda termasuk akan memicu ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, tapi jika digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia barangkali tegangan listrik alami tersebut turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, agar knowledge yang terukur jadi kurang benar.

Untuk menangani ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum dilaksanakan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal dari multimeter dibuat menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter bakal tunjukkan tegangan listrik yang sangat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang membawa sarana seperti ini cuma terdapat terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan bersama cara menempatkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini mempunyai berlebihan dalam ketelitian pembacaan sebab mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak benar-benar besar atau bernilai sebesar 1/3. metode ini terhitung tidak benar satu metode bersama dengan isyarat yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak sanggup mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh pada hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini memerlukan biaya yang lebih mahal kalau dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain sebab setiap berpindah, maka kabel wajib diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilakukan bersama dengan cara yang mirip dengan Wenner, tapi jarak elektroda arus mampu diubah tidak serupa bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini bisa berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah melalui batas eksentrisitas, kudu ditunaikan shifting pada elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan tetap mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi ada non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan bersama dengan cara memperbandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil ketika AB berada terlalu jauh, hampir lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan dengan langkah yang terlalu tidak serupa dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di letakkan berjauhan dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal jika dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga dapat digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai kualitas sinyal yang jelek terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami mampu lakukan pengurangan elektroda agar konfigurasi selanjutnya jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berbentuk tahanan jenis dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk menyadari tebal susunan lapuk, model batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk menyadari persebaran mineral di di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk menyadari ketebalan lapisan lapuk dalam pemilihan pemasangan bor, susunan lapisan dan juga type batuan.

Arkeologi untuk memahami situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau mengerti intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punya kedalaman semu maksimum yang bisa ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2