Perusahaan Geolistrik Kutai Kartanegara

By | 23 November 2019

Perusahaan Geolistrik Kutai Kartanegara

Perusahaan Geolistrik Kutai Kartanegara Terjangkau

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah salah satu  metode geofisika yang memiliki tujuan sadar sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, dikarenakan arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sesungguhnya adalah melacak resistivitas atau tahanan model dari batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang tunjukkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas jadi besar, membuktikan bahwa batuan selanjutnya sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga dapat dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur dengan memasukkan arus listrik ke didalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup bersifat peta sebaran tahanan type baik bersama dengan tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama keperluan diadakannya akuisisi knowledge dan juga style konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk tahu pergantian tahanan style lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini mengfungsikan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat membuat aliran arus listrik sanggup menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik selanjutnya maka bakal menimbulkan tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang membuka melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung terhadap elektroda MN turut berubah sesuai bersama dengan informasi style batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan kesimpulan bahwa kedalaman lapisan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini mirip bersama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berbentuk setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang mengfungsikan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang terjadi akan didapat suatu harga tahanan jenis semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan jenis semu gara-gara tahanan jenis yang termasuk berikut merupakan paduan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan jenis semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang berikut digambarkan pada grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan model semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva information tersebut bisa dihitung dan diduga karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kurang lebih 300 m terlampau berguna untuk menyadari kemungkinan ada lapisan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada bagian bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi adanya susunan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama dengan susunan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk jelas perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung mampu untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk sadar secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari sebagian konfigurasi, andaikata yang ke 4 buah elektrodanya terletak dalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap kedua segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk sadar nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk tahu karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa cii-ciri homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah bakal benar-benar berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini akan mengakibatkan knowledge geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang sanggup mempengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang kebanyakan terkandung pada susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari susunan batuan yang berlainan juga bakal memicu ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, tetapi bila digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada kemungkinan tegangan listrik alami selanjutnya ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, agar data yang terukur jadi kurang benar.

Untuk mengatasi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter dapat perlihatkan tegangan listrik yang benar-benar diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang mempunyai sarana seperti ini cuma terkandung pada multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilaksanakan bersama cara meletakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini memiliki kelebihan dalam kecermatan pembacaan gara-gara miliki nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau bernilai sebesar 1/3. metode ini termasuk tidak benar satu metode bersama dengan tanda yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini perlu ongkos yang lebih mahal jikalau dibandingkan bersama konfigurasi yang lain karena setiap berpindah, maka kabel perlu diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan cara yang sama bersama dengan Wenner, namun jarak elektroda arus sanggup diubah tidak mirip bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini mampu berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah melalui batas eksentrisitas, harus dijalankan shifting pada elektroda potensial agar nilai yang didapatkan tetap mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi terdapatnya non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan dengan langkah memperbandingkan nilai resistivitas semu dikala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil kala AB berada terlalu jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan dengan cara yang sangat tidak serupa dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditaruh berjauhan dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk mampu digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai mutu sinyal yang tidak baik kecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita sanggup jalankan pengurangan elektroda agar konfigurasi berikut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berbentuk tahanan jenis bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tidak tipis lapisan lapuk, jenis batuan, struktur geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di dalam susunan tanah.

Minyak untuk sadar ketebalan susunan lapuk didalam penentuan pemasangan bor, susunan susunan serta style batuan.

Arkeologi untuk paham situs-situs peninggalan histori yang terpendam di dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau tahu intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi memiliki kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2