Perusahaan Geolistrik Berau

By | 9 Oktober 2019
No ratings yet.

Perusahaan Geolistrik Berau

Perusahaan Geolistrik Berau Berpengalaman

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah suatu  metode geofisika yang mempunyai tujuan sadar sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebetulnya adalah mencari resistivitas atau tahanan style berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan tipe adalah besaran atau parameter yang membuktikan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang punya resistivitas makin lama besar, perlihatkan bahwa batuan tersebut sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga bisa dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik mampu berbentuk peta sebaran tahanan type baik bersama dengan tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan kebutuhan diadakannya akuisisi knowledge dan juga model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan tipe lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini manfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat mengakibatkan aliran arus listrik mampu menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik selanjutnya maka akan mengundang tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang mengakses lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan terhadap elektroda MN ikut berubah sesuai dengan informasi model batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan pemikiran bahwa kedalaman susunan batuan yang sanggup ditembus oleh arus listrik ini mirip dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud 1/2 bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang memakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan akan didapat suatu harga tahanan model semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan jenis semu gara-gara tahanan jenis yang terhitung tersebut merupakan paduan berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan tipe semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya diekspresikan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu wujud kurva knowledge geolistrik. Dari kurva information selanjutnya bisa dihitung dan dikira pembawaan lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman sekitar 300 m terlalu berguna untuk menyadari bisa saja ada lapisan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap anggota bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi terdapatnya susunan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama lapisan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa juga untuk menyadari perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik termasuk sanggup untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk sadar secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari lebih dari satu konfigurasi, bila yang ke 4 buah elektrodanya terletak di dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada ke dua segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk paham nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk tahu karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama dengan biaya survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak membawa sifat homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat dengan permukaan tanah dapat terlampau berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini bakal membawa dampak knowledge geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang bisa memengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang mampu menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang kebanyakan terkandung pada lapisan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi mengakibatkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral dari lapisan batuan yang tidak sama juga bakal membawa dampak ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, tetapi jikalau digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia kemungkinan tegangan listrik alami tersebut ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, agar data yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk menanggulangi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan dijalankan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat menjadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan menyatakan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas seperti ini cuma terkandung terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan bersama cara tempatkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya berlebihan di dalam kecermatan pembacaan sebab punyai nilai eksentrisitas yang tidak amat besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung tidak benar satu metode dengan tanda yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. selain itu, metode ini memerlukan cost yang lebih mahal terkecuali dibandingkan dengan konfigurasi yang lain dikarenakan setiap berpindah, maka kabel kudu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilakukan bersama langkah yang sama bersama Wenner, namun jarak elektroda arus mampu diubah tidak sama bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini mampu berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melewati batas eksentrisitas, kudu ditunaikan shifting pada elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan tetap dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi adanya non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan bersama langkah membandingkan nilai resistivitas semu kala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil saat AB berada sangat jauh, nyaris melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini ditunaikan dengan cara yang terlampau berbeda bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditempatkan berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk dapat digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai mutu sinyal yang jelek terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami bisa lakukan pengurangan elektroda agar konfigurasi selanjutnya menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berbentuk tahanan tipe dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk jelas tebal lapisan lapuk, type batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengerti persebaran mineral di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk memahami ketebalan susunan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, struktur lapisan serta style batuan.

Arkeologi untuk mengerti situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam di dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau menyadari intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punyai kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2