Perusahaan Geolistrik Air Tanah Saumlaki

By | 11 November 2019

Perusahaan Geolistrik Air Tanah Saumlaki

Perusahaan Geolistrik Air Tanah Saumlaki
Profesional

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah salah satu  metode geofisika yang mempunyai tujuan memahami sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, karena arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sesungguhnya adalah melacak resistivitas atau tahanan jenis dari batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang menunjukkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang punyai resistivitas makin lama besar, perlihatkan bahwa batuan selanjutnya susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga mampu dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan dapat diukur bersama memasukkan arus listrik ke dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik mampu bersifat peta sebaran tahanan jenis baik bersama type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan dengan kebutuhan diadakannya akuisisi knowledge dan juga jenis konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk sadar perubahan tahanan model susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini gunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan membuat aliran arus listrik dapat menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik tersebut maka dapat mengakibatkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang membuka lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan pada elektroda MN turut beralih cocok bersama dengan informasi type batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan analisis bahwa kedalaman lapisan batuan yang sanggup ditembus oleh arus listrik ini serupa dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang menggunakan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berlangsung bakal didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu gara-gara tahanan style yang terhitung selanjutnya merupakan paduan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya dilukiskan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu wujud kurva knowledge geolistrik. Dari kurva knowledge tersebut sanggup dihitung dan dianggap cii-ciri susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman kurang lebih 300 m benar-benar berfaedah untuk paham kemungkinan terdapatnya susunan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni susunan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap bagian bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi terdapatnya susunan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama susunan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk memahami perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung bisa untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk jelas secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari sebagian konfigurasi, kalau yang ke 4 buah elektrodanya terdapat didalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap ke-2 segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk memahami nilai ketebalan dan tahanan type batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk sadar karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama dengan biaya survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai pembawaan homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat dengan permukaan tanah akan terlampau berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini dapat sebabkan information geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang dapat mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, aspek ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang bisa menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang kebanyakan terdapat pada lapisan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang berlainan terhitung akan membuat ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tapi sekiranya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia bisa saja tegangan listrik alami tersebut turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, agar information yang terukur menjadi kurang benar.

Untuk menanggulangi ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dikerjakan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami berikut dan kedudukan awal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter dapat memperlihatkan tegangan listrik yang sangat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai layanan seperti ini cuma terkandung terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan langkah meletakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai kelebihan didalam kecermatan pembacaan gara-gara punyai nilai eksentrisitas yang tidak benar-benar besar atau punya nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung tidak benar satu metode dengan sinyal yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang dapat berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini memerlukan biaya yang lebih mahal jika dibandingkan dengan konfigurasi yang lain dikarenakan tiap tiap berpindah, maka kabel mesti diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilaksanakan dengan langkah yang mirip bersama Wenner, tapi jarak elektroda arus bisa diubah tidak sama bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini mampu berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah lewat batas eksentrisitas, kudu ditunaikan shifting terhadap elektroda potensial agar nilai yang didapatkan tetap dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yakni pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan bersama dengan langkah memperbandingkan nilai resistivitas semu dikala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil dikala AB berada terlalu jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan cara yang terlalu berlainan dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal terkecuali dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga sanggup digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki kualitas isyarat yang buruk terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami mampu melaksanakan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi tersebut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik bersifat tahanan jenis bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk jelas tidak tipis susunan lapuk, type batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk paham persebaran mineral di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk memahami ketebalan lapisan lapuk dalam penentuan pemasangan bor, susunan susunan dan juga tipe batuan.

Arkeologi untuk mengetahui situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau sadar intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang bisa ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2