Perusahaan Geolistrik Air Tanah Penajam Paser Utara

By | 17 November 2019

Perusahaan Geolistrik Air Tanah Penajam Paser Utara

Perusahaan Geolistrik Air Tanah Penajam Paser Utara Terjangkau

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah suatu  metode geofisika yang bertujuan paham sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama langkah menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, dikarenakan arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebetulnya adalah mencari resistivitas atau tahanan style dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas semakin besar, menyatakan bahwa batuan selanjutnya sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung bisa dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan bisa diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke di dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik dapat berupa peta sebaran tahanan style baik bersama dengan type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama dengan keperluan diadakannya akuisisi information dan juga type konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali ditunaikan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk sadar perubahan tahanan tipe susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini gunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal mengakibatkan aliran arus listrik sanggup menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik selanjutnya maka bakal menyebabkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN turut beralih cocok bersama dengan informasi jenis batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan pemikiran bahwa kedalaman lapisan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama dengan separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang menggunakan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang terjadi bakal didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu karena tahanan model yang termasuk tersebut merupakan paduan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan type semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang berikut digambarkan terhadap grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu wujud kurva knowledge geolistrik. Dari kurva knowledge selanjutnya dapat dihitung dan dianggap pembawaan lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kurang lebih 300 m amat bermanfaat untuk mengetahui bisa saja adanya susunan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi adanya susunan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk paham perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung sanggup untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk tahu secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari beberapa konfigurasi, kalau yang ke 4 buah elektrodanya terletak di dalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap ke dua segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk paham nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa sifat homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah dapat amat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini dapat sebabkan information geolistrik jadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang bisa merubah homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang mampu menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terdapat pada lapisan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menyebabkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral dari susunan batuan yang berlainan termasuk dapat membawa dampak ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, tetapi seumpama digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia kemungkinan tegangan listrik alami selanjutnya ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, agar knowledge yang terukur jadi kurang benar.

Untuk mengatasi terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal dari multimeter dibuat menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter dapat membuktikan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai sarana seperti ini hanya terkandung terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini ditunaikan bersama dengan cara tempatkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai kelebihan di dalam ketelitian pembacaan dikarenakan punya nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini termasuk keliru satu metode bersama dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak sanggup mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh terhadap hasil perhitungan. selain itu, metode ini perlu ongkos yang lebih mahal kecuali dibandingkan bersama konfigurasi yang lain sebab setiap berpindah, maka kabel mesti diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilakukan bersama cara yang serupa bersama dengan Wenner, tetapi jarak elektroda arus mampu diubah tidak serupa dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini mampu berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah melalui batas eksentrisitas, harus dilakukan shifting pada elektroda potensial agar nilai yang didapatkan masih mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah sanggup mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan dengan langkah membandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil kala AB berada amat jauh, nyaris lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilaksanakan bersama cara yang terlalu berbeda dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di tempatkan berjauhan dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal jika dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga dapat digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki kualitas isyarat yang jelek kecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita mampu jalankan pengurangan elektroda supaya konfigurasi selanjutnya jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berupa tahanan type dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk memahami tidak tipis susunan lapuk, jenis batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di didalam susunan tanah.

Minyak untuk mengerti ketebalan susunan lapuk dalam pemilihan pemasangan bor, susunan lapisan serta style batuan.

Arkeologi untuk mengetahui situs-situs peninggalan histori yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau tahu intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi memiliki kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2