Layanan Geolistrik Putussibau

By | 17 Oktober 2019

Layanan Geolistrik Putussibau

Layanan Geolistrik Putussibau Terbaik

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah suatu  metode geofisika yang bertujuan jelas sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebenarnya adalah melacak resistivitas atau tahanan type dari batuan. Resistivitas atau tahanan tipe adalah besaran atau parameter yang tunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang mempunyai resistivitas jadi besar, memperlihatkan bahwa batuan selanjutnya sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk bisa dipakai untuk pilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan bisa diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik mampu berbentuk peta sebaran tahanan jenis baik dengan type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama dengan kebutuhan diadakannya akuisisi data serta tipe konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk tahu pergantian tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini pakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan memicu aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik tersebut maka bakal mengakibatkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan pada elektroda MN ikut berubah sesuai dengan Info style batuan yang turut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan pemikiran bahwa kedalaman susunan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini mirip bersama separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berupa 1/2 bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang pakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang terjadi bakal didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu sebab tahanan jenis yang terhitung selanjutnya merupakan kombinasi berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu berasal dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang selanjutnya diekspresikan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan model semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu wujud kurva information geolistrik. Dari kurva data berikut sanggup dihitung dan diduga cii-ciri lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman sekitar 300 m amat bermanfaat untuk tahu barangkali ada lapisan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi adanya susunan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama lapisan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk sadar perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik termasuk dapat untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk jelas secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari beberapa konfigurasi, seumpama yang ke 4 buah elektrodanya terdapat di dalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada kedua sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk menyadari nilai ketebalan dan tahanan jenis batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk mengerti karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan biaya survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai pembawaan homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat bersama permukaan tanah akan amat berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini bakal membuat data geolistrik jadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang bisa memengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, aspek ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang umumnya terkandung pada susunan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi menyebabkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang tidak sama terhitung bakal memicu ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, tapi sekiranya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada kemungkinan tegangan listrik alami tersebut ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga data yang terukur jadi tidak cukup benar.

Untuk menanggulangi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter akan menunjukkan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa sarana layaknya ini cuma terkandung pada multimeter bersama dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan langkah menempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini mempunyai kelebihan didalam ketelitian pembacaan karena punya nilai eksentrisitas yang tidak benar-benar besar atau punya nilai sebesar 1/3. metode ini termasuk salah satu metode bersama dengan isyarat yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak sanggup mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang dapat berpengaruh pada hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini membutuhkan biaya yang lebih mahal terkecuali dibandingkan bersama konfigurasi yang lain dikarenakan tiap-tiap berpindah, maka kabel kudu diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilaksanakan bersama dengan cara yang mirip bersama Wenner, tetapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak sama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini dapat berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah melewati batas eksentrisitas, wajib dikerjakan shifting terhadap elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan tetap mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan bersama dengan cara membandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil disaat AB berada benar-benar jauh, nyaris lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilakukan dengan cara yang sangat tidak sama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal terkecuali dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung bisa digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punya mutu isyarat yang tidak baik jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami bisa laksanakan pengurangan elektroda agar konfigurasi berikut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berbentuk tahanan type dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk tahu tidak tipis lapisan lapuk, style batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk memahami persebaran mineral di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk mengetahui ketebalan lapisan lapuk di dalam penentuan pemasangan bor, susunan lapisan serta type batuan.

Arkeologi untuk memahami situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau tahu intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punyai kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2