Layanan Geolistrik Banjarmasin

By | 27 November 2019

Layanan Geolistrik Banjarmasin

Layanan Geolistrik Banjarmasin Terjangkau

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan suatu  metode geofisika yang bertujuan memahami sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah bersama langkah menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sesungguhnya adalah mencari resistivitas atau tahanan type berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan model adalah besaran atau parameter yang perlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas makin lama besar, memperlihatkan bahwa batuan berikut sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk mampu dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan bisa diukur bersama memasukkan arus listrik ke di dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik mampu berupa peta sebaran tahanan type baik bersama style mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama keperluan diadakannya akuisisi data dan juga style konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk tahu pergantian tahanan model susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini manfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal membuat aliran arus listrik mampu menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik tersebut maka akan menyebabkan tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan pada elektroda MN turut beralih cocok dengan informasi model batuan yang turut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan kesimpulan bahwa kedalaman susunan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini sama dengan separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat 1/2 bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang memanfaatkan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang terjadi akan didapat suatu harga tahanan tipe semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu karena tahanan type yang termasuk tersebut merupakan paduan dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan tipe semu dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang selanjutnya dilukiskan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu wujud kurva data geolistrik. Dari kurva data tersebut dapat dihitung dan dikira pembawaan susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kira-kira 300 m terlalu berfaedah untuk paham kemungkinan ada susunan akifer yaitu susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada bagian bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi adanya lapisan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama dengan susunan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk sadar perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga sanggup untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk paham secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari sebagian konfigurasi, andaikan yang ke 4 buah elektrodanya terdapat dalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap ke dua segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk tahu nilai ketebalan dan tahanan jenis batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk sadar karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai sifat homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat bersama dengan permukaan tanah akan benar-benar berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini bakal membawa dampak information geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang mampu pengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, aspek ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terdapat terhadap susunan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi mengakibatkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari susunan batuan yang tidak sama juga bakal membuat ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tetapi jika digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia bisa saja tegangan listrik alami berikut ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, supaya data yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk menanggulangi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter dapat menunjukkan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang membawa fasilitas layaknya ini hanya terkandung terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilaksanakan dengan langkah letakkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya berlebihan didalam ketelitian pembacaan gara-gara miliki nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau bernilai sebesar 1/3. metode ini termasuk keliru satu metode bersama isyarat yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak sanggup mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini perlu biaya yang lebih mahal kalau dibandingkan dengan konfigurasi yang lain karena tiap-tiap berpindah, maka kabel perlu diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan bersama cara yang sama bersama dengan Wenner, tetapi jarak elektroda arus mampu diubah tidak serupa dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini bisa berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah lewat batas eksentrisitas, wajib dilaksanakan shifting terhadap elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan tetap dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yakni pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi ada non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan bersama cara membandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil ketika AB berada amat jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dijalankan dengan cara yang amat berbeda bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditaruh berjauhan dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga dapat digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punya mutu sinyal yang tidak baik terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita mampu jalankan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi berikut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berwujud tahanan type mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk memahami tidak tipis susunan lapuk, model batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengerti persebaran mineral di didalam susunan tanah.

Minyak untuk mengerti ketebalan susunan lapuk dalam pemilihan pemasangan bor, susunan susunan serta tipe batuan.

Arkeologi untuk menyadari situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau jelas intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi miliki kedalaman semu maksimum yang bisa ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2