Layanan Geolistrik Air Tanah Sendawar

By | 10 Oktober 2019
No ratings yet.

Layanan Geolistrik Air Tanah Sendawar

Layanan Geolistrik Air Tanah Sendawar Terjangkau

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah suatu  metode geofisika yang memiliki tujuan mengetahui sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, karena arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebenarnya adalah mencari resistivitas atau tahanan tipe berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang mempunyai resistivitas jadi besar, membuktikan bahwa batuan tersebut susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk dapat dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur dengan memasukkan arus listrik ke di dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa berwujud peta sebaran tahanan tipe baik dengan jenis mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan dengan kebutuhan diadakannya akuisisi information dan juga model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk tahu perubahan tahanan style lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan membuat aliran arus listrik bisa menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik berikut maka akan menyebabkan tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan pada elektroda MN ikut berubah cocok bersama informasi style batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan analisis bahwa kedalaman lapisan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini berupa setengah bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang manfaatkan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berlangsung bakal didapat suatu harga tahanan style semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan style semu dikarenakan tahanan tipe yang termasuk selanjutnya merupakan paduan dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan style semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya dideskripsikan pada grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva information selanjutnya sanggup dihitung dan dikira pembawaan susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman sekitar 300 m benar-benar berfaedah untuk paham barangkali adanya lapisan akifer yakni susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada anggota bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini sanggup untuk mendeteksi terdapatnya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas dengan susunan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa juga untuk mengetahui perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung bisa untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk sadar secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari sebagian konfigurasi, bila yang ke 4 buah elektrodanya terdapat didalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap kedua sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk menyadari nilai ketebalan dan tahanan type batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk menyadari karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama biaya survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa sifat homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat dengan permukaan tanah dapat benar-benar berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini dapat membuat knowledge geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang bisa merubah homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, faktor ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang kebanyakan terdapat terhadap susunan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari susunan batuan yang berbeda juga bakal membuat ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tapi bila digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada kemungkinan tegangan listrik alami selanjutnya turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, agar data yang terukur jadi tidak cukup benar.

Untuk menangani ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan menunjukkan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang mempunyai sarana seperti ini cuma terkandung pada multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilakukan bersama langkah letakkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini memiliki kelebihan didalam ketelitian pembacaan gara-gara punya nilai eksentrisitas yang tidak terlampau besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini juga keliru satu metode dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang dapat berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini perlu ongkos yang lebih mahal kecuali dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain gara-gara tiap-tiap berpindah, maka kabel perlu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan bersama langkah yang sama bersama Wenner, tapi jarak elektroda arus sanggup diubah tidak serupa dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini mampu berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melalui batas eksentrisitas, kudu dikerjakan shifting pada elektroda potensial agar nilai yang didapatkan tetap mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger umumnya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah sanggup mendeteksi terdapatnya non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan dengan langkah memperbandingkan nilai resistivitas semu kala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil disaat AB berada terlampau jauh, hampir lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan langkah yang sangat berbeda bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditaruh berjauhan dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal jikalau dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung sanggup digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini memiliki kualitas sinyal yang jelek kalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita sanggup melaksanakan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi selanjutnya jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berwujud tahanan style sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tidak tipis lapisan lapuk, tipe batuan, struktur geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di didalam lapisan tanah.

Minyak untuk tahu ketebalan lapisan lapuk di dalam penentuan pemasangan bor, susunan lapisan serta model batuan.

Arkeologi untuk mengetahui situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam di dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau memahami intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi memiliki kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2