Kontraktor Geolistrik Tidore Kepulauan

By | 6 November 2019

Kontraktor Geolistrik Tidore Kepulauan

Kontraktor Geolistrik Tidore Kepulauan
Terbaik

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah salah satu  metode geofisika yang memiliki tujuan paham sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, dikarenakan arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sesungguhnya adalah melacak resistivitas atau tahanan style berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan type adalah besaran atau parameter yang perlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang punyai resistivitas jadi besar, tunjukkan bahwa batuan tersebut susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga sanggup dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berupa peta sebaran tahanan style baik bersama dengan model mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama dengan kebutuhan diadakannya akuisisi data serta style konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali ditunaikan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk mengerti perubahan tahanan tipe susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat menyebabkan aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik selanjutnya maka bakal mengakibatkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang membuka melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan pada elektroda MN turut beralih sesuai dengan informasi tipe batuan yang ikut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan anggapan bahwa kedalaman lapisan batuan yang mampu ditembus oleh arus listrik ini mirip bersama separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud 1/2 bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang memakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berlangsung akan didapat suatu harga tahanan tipe semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu karena tahanan type yang juga selanjutnya merupakan gabungan dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan jenis semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang tersebut dideskripsikan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu bentuk kurva data geolistrik. Dari kurva information berikut mampu dihitung dan diduga karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman sekitar 300 m sangat berfungsi untuk mengetahui kemungkinan terdapatnya susunan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi terdapatnya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama dengan susunan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa juga untuk paham perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga dapat untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk sadar secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari lebih dari satu konfigurasi, apabila yang ke 4 buah elektrodanya terletak dalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada ke-2 sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk mengetahui nilai ketebalan dan tahanan jenis batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk menyadari karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama dengan biaya survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa pembawaan homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat bersama dengan permukaan tanah dapat sangat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini dapat mengakibatkan information geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang bisa mempengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, aspek ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang umumnya terkandung pada lapisan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menyebabkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang berbeda terhitung bakal memicu ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, tetapi jikalau digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia bisa saja tegangan listrik alami selanjutnya ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, supaya information yang terukur jadi tidak cukup benar.

Untuk menangani terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dilaksanakan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan menyatakan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa fasilitas layaknya ini hanya terdapat pada multimeter bersama dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan langkah menempatkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai kelebihan dalam ketelitian pembacaan dikarenakan punyai nilai eksentrisitas yang tidak benar-benar besar atau punya nilai sebesar 1/3. metode ini juga keliru satu metode bersama dengan sinyal yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak sanggup mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak hanya itu, metode ini membutuhkan biaya yang lebih mahal terkecuali dibandingkan bersama konfigurasi yang lain gara-gara tiap tiap berpindah, maka kabel mesti diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan bersama langkah yang sama bersama dengan Wenner, namun jarak elektroda arus dapat diubah tidak mirip dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini dapat berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melalui batas eksentrisitas, mesti dilakukan shifting terhadap elektroda potensial agar nilai yang didapatkan masih sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yakni pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi terdapatnya non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan bersama langkah membandingkan nilai resistivitas semu saat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil kala AB berada amat jauh, nyaris lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan langkah yang amat berbeda bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di letakkan berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal jikalau dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk bisa digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai kualitas tanda yang tidak baik jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita bisa melakukan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi tersebut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik bersifat tahanan jenis bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk jelas tidak tipis susunan lapuk, model batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk paham persebaran mineral di di dalam susunan tanah.

Minyak untuk mengetahui ketebalan susunan lapuk dalam penentuan pemasangan bor, struktur susunan dan juga model batuan.

Arkeologi untuk paham situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau jelas intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2