Kontraktor Geolistrik Mempawah

By | 22 Desember 2019
No ratings yet.

Kontraktor Geolistrik Mempawah

Kontraktor Geolistrik Mempawah Terbaik

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah suatu  metode geofisika yang punya tujuan paham sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah bersama dengan cara menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebetulnya adalah melacak resistivitas atau tahanan tipe dari batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang menyatakan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang mempunyai resistivitas semakin besar, menunjukkan bahwa batuan selanjutnya sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung mampu dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur dengan memasukkan arus listrik ke di dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik mampu berwujud peta sebaran tahanan type baik bersama model mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama dengan keperluan diadakannya akuisisi knowledge serta model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali ditunaikan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk tahu perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini gunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal mengakibatkan aliran arus listrik sanggup menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik berikut maka akan menimbulkan tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN turut berubah cocok dengan Info model batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan kesimpulan bahwa kedalaman susunan batuan yang sanggup ditembus oleh arus listrik ini serupa dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berbentuk 1/2 bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang memanfaatkan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang terjadi akan didapat suatu harga tahanan tipe semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu karena tahanan style yang termasuk berikut merupakan kombinasi berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang tersebut dilukiskan pada grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan tipe semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu bentuk kurva knowledge geolistrik. Dari kurva knowledge berikut bisa dihitung dan dianggap cii-ciri susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan hingga kedalaman lebih kurang 300 m amat berfungsi untuk menyadari barangkali adanya lapisan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) terhadap bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi terdapatnya susunan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama dengan susunan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa juga untuk sadar perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik termasuk sanggup untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk sadar secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari beberapa konfigurasi, kalau yang ke 4 buah elektrodanya terdapat dalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap ke-2 sisi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk sadar nilai ketebalan dan tahanan model batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk sadar karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama biaya survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak membawa sifat homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat bersama dengan permukaan tanah akan amat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini akan mengakibatkan information geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang dapat pengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, faktor ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang kebanyakan terdapat terhadap lapisan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi mengakibatkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang berlainan termasuk dapat sebabkan ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tapi seandainya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia bisa saja tegangan listrik alami selanjutnya turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, supaya information yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk menanggulangi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter bakal menunjukkan tegangan listrik yang sangat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas layaknya ini hanya terdapat terhadap multimeter bersama dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan dengan cara letakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini memiliki kelebihan di dalam ketelitian pembacaan sebab memiliki nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini juga tidak benar satu metode bersama sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini membutuhkan biaya yang lebih mahal terkecuali dibandingkan bersama konfigurasi yang lain dikarenakan tiap tiap berpindah, maka kabel perlu diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan langkah yang serupa bersama Wenner, namun jarak elektroda arus dapat diubah tidak serupa bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini sanggup berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah melewati batas eksentrisitas, kudu dikerjakan shifting pada elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan tetap sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah sanggup mendeteksi ada non-homogenitas susunan batuan pada permukaan bersama dengan langkah membandingkan nilai resistivitas semu disaat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil dikala AB berada terlalu jauh, hampir melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini ditunaikan bersama dengan cara yang terlampau berbeda bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditaruh berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung sanggup digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai kualitas tanda yang tidak baik jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami sanggup melaksanakan pengurangan elektroda supaya konfigurasi tersebut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik berwujud tahanan tipe mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tebal susunan lapuk, tipe batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk sadar persebaran mineral di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk tahu ketebalan lapisan lapuk di dalam pemilihan pemasangan bor, struktur lapisan dan juga jenis batuan.

Arkeologi untuk jelas situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam di dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau mengerti intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punya kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2