Kontraktor Geolistrik Kuala Kurun

By | 7 November 2019

Kontraktor Geolistrik Kuala Kurun

Kontraktor Geolistrik Kuala Kurun Terjangkau

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah suatu  metode geofisika yang punya tujuan jelas sifat-sifat kelistrikan susunan batuan dibawah permukaan tanah bersama cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, dikarenakan arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebenarnya adalah mencari resistivitas atau tahanan jenis berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan type adalah besaran atau parameter yang membuktikan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang mempunyai resistivitas jadi besar, perlihatkan bahwa batuan berikut sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk dapat dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke di dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa bersifat peta sebaran tahanan style baik bersama type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama keperluan diadakannya akuisisi knowledge dan juga type konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilaksanakan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk jelas perubahan tahanan style susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memanfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan membawa dampak aliran arus listrik mampu menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik selanjutnya maka bakal menimbulkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang mengakses melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung pada elektroda MN turut beralih cocok dengan informasi tipe batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan anggapan bahwa kedalaman lapisan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berupa setengah bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang mengfungsikan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berlangsung bakal didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan tipe semu karena tahanan jenis yang juga berikut merupakan paduan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan tipe semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang tersebut dilukiskan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan tipe semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu wujud kurva data geolistrik. Dari kurva data berikut sanggup dihitung dan dianggap karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kira-kira 300 m benar-benar bermanfaat untuk tahu bisa saja adanya susunan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap anggota bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi terdapatnya susunan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama lapisan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa juga untuk memahami perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung sanggup untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk jelas secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, jikalau yang ke 4 buah elektrodanya terdapat didalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada kedua segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk sadar nilai ketebalan dan tahanan jenis batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk mengerti karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan biaya survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai pembawaan homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat dengan permukaan tanah dapat sangat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini dapat membuat data geolistrik menjadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang mampu mempengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, aspek ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang biasanya terkandung pada susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang berbeda terhitung dapat memicu ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, namun andaikata digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia kemungkinan tegangan listrik alami selanjutnya ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga information yang terukur jadi kurang benar.

Untuk mengatasi terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dilakukan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal dari multimeter dibuat menjadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter dapat menyatakan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas seperti ini hanya terkandung pada multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilaksanakan bersama dengan cara menempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai kelebihan di dalam ketelitian pembacaan karena miliki nilai eksentrisitas yang tidak terlampau besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini termasuk keliru satu metode bersama dengan sinyal yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh pada hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini memerlukan ongkos yang lebih mahal terkecuali dibandingkan bersama konfigurasi yang lain sebab tiap-tiap berpindah, maka kabel mesti diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini ditunaikan dengan langkah yang mirip bersama dengan Wenner, namun jarak elektroda arus dapat diubah tidak mirip bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini sanggup berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melalui batas eksentrisitas, wajib dilaksanakan shifting terhadap elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan masih mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi adanya non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan bersama cara membandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil ketika AB berada sangat jauh, nyaris lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan cara yang amat tidak sama bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditempatkan berjauhan bersama dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga mampu digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai mutu tanda yang tidak baik terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita dapat lakukan pengurangan elektroda supaya konfigurasi berikut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik bersifat tahanan model bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tidak tipis lapisan lapuk, jenis batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk jelas persebaran mineral di di dalam susunan tanah.

Minyak untuk paham ketebalan susunan lapuk didalam penentuan pemasangan bor, struktur susunan serta jenis batuan.

Arkeologi untuk memahami situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau memahami intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi miliki kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2