Kontraktor Geolistrik Kotawaringin Timur

By | 22 September 2019
No ratings yet.

Kontraktor Geolistrik Kotawaringin Timur

Kontraktor Geolistrik Kotawaringin Timur No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah salah satu  metode geofisika yang mempunyai tujuan mengerti sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, karena arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sesungguhnya adalah melacak resistivitas atau tahanan model dari batuan. Resistivitas atau tahanan model adalah besaran atau parameter yang tunjukkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang mempunyai resistivitas makin lama besar, memperlihatkan bahwa batuan berikut susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk mampu dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan dapat diukur dengan memasukkan arus listrik ke didalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berbentuk peta sebaran tahanan type baik bersama dengan style mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan kebutuhan diadakannya akuisisi knowledge serta tipe konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilaksanakan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk tahu perubahan tahanan tipe susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memanfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat memicu aliran arus listrik sanggup menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik selanjutnya maka dapat mengakibatkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang membuka lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung pada elektroda MN turut beralih sesuai bersama dengan Info tipe batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan asumsi bahwa kedalaman lapisan batuan yang mampu ditembus oleh arus listrik ini sama bersama separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berupa setengah bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang menggunakan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berlangsung akan didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu sebab tahanan style yang juga tersebut merupakan kombinasi dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan style semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang tersebut digambarkan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan model semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu bentuk kurva knowledge geolistrik. Dari kurva data tersebut sanggup dihitung dan dianggap pembawaan lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman sekitar 300 m terlalu berfaedah untuk mengetahui mungkin terdapatnya susunan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni susunan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) terhadap anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi ada lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas dengan susunan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk tahu perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung dapat untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk paham secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari lebih dari satu konfigurasi, jika yang ke 4 buah elektrodanya terdapat di dalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada kedua segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk memahami nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk menyadari karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan ongkos survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak membawa sifat homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat bersama permukaan tanah akan terlampau berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini bakal membuat information geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang bisa memengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, aspek ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang umumnya terkandung pada susunan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi menyebabkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang tidak sama juga dapat mengakibatkan ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, tapi apabila digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia mungkin tegangan listrik alami selanjutnya turut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, sehingga information yang terukur jadi tidak cukup benar.

Untuk menangani terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum dilaksanakan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami berikut dan kedudukan awal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter dapat menunjukkan tegangan listrik yang sangat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai layanan seperti ini hanya terdapat terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan cara meletakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini miliki berlebihan di dalam kecermatan pembacaan karena memiliki nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung keliru satu metode bersama dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh pada hasil perhitungan. tak hanya itu, metode ini membutuhkan ongkos yang lebih mahal jika dibandingkan dengan konfigurasi yang lain sebab tiap-tiap berpindah, maka kabel kudu diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dikerjakan bersama cara yang serupa dengan Wenner, tetapi jarak elektroda arus bisa diubah tidak sama bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini bisa berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melalui batas eksentrisitas, harus dilaksanakan shifting pada elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan masih sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yakni pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi ada non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan bersama langkah membandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil disaat AB berada benar-benar jauh, hampir melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dijalankan dengan cara yang terlampau tidak serupa bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di letakkan berjauhan bersama dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung sanggup digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki mutu sinyal yang buruk jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita sanggup melakukan pengurangan elektroda agar konfigurasi selanjutnya menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berbentuk tahanan jenis dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk memahami tebal susunan lapuk, style batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di didalam lapisan tanah.

Minyak untuk jelas ketebalan susunan lapuk di dalam penentuan pemasangan bor, struktur lapisan serta type batuan.

Arkeologi untuk mengetahui situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau mengetahui intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punyai kedalaman semu maksimum yang bisa ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2