Kontraktor Geolistrik Air Tanah Paringin

By | 8 September 2019
No ratings yet.

Kontraktor Geolistrik Air Tanah Paringin

Kontraktor Geolistrik Air Tanah Paringin Terbaik

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan suatu  metode geofisika yang mempunyai tujuan mengetahui sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini memang adalah melacak resistivitas atau tahanan model dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang tunjukkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang memiliki resistivitas makin lama besar, perlihatkan bahwa batuan selanjutnya sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung bisa dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik dapat berbentuk peta sebaran tahanan model baik dengan tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama keperluan diadakannya akuisisi data serta model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilaksanakan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan style lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini pakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan memicu aliran arus listrik mampu menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik tersebut maka dapat menyebabkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan terhadap elektroda MN turut beralih sesuai bersama Info style batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan pemikiran bahwa kedalaman susunan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama dengan separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak berasal dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat 1/2 bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang pakai 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berlangsung bakal didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu dikarenakan tahanan model yang juga selanjutnya merupakan gabungan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang berikut digambarkan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan model semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva information tersebut bisa dihitung dan dikira pembawaan lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan hingga kedalaman sekitar 300 m sangat berfungsi untuk memahami mungkin ada susunan akifer yakni susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini dapat untuk mendeteksi adanya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama lapisan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk jelas perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga bisa untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk tahu secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari beberapa konfigurasi, seandainya yang ke 4 buah elektrodanya terletak di dalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap ke dua sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk tahu nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk mengerti karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama biaya survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai cii-ciri homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat bersama permukaan tanah dapat amat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini dapat sebabkan knowledge geolistrik menjadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang bisa merubah homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, aspek ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terdapat terhadap lapisan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang tidak serupa terhitung bakal sebabkan ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun andaikan digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada kemungkinan tegangan listrik alami selanjutnya turut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, sehingga data yang terukur jadi kurang benar.

Untuk mengatasi terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan dilakukan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan menyatakan tegangan listrik yang terlampau diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa layanan seperti ini cuma terdapat terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan langkah menempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punyai kelebihan di dalam kecermatan pembacaan sebab mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini termasuk salah satu metode bersama sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh pada hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini membutuhkan biaya yang lebih mahal terkecuali dibandingkan dengan konfigurasi yang lain karena tiap-tiap berpindah, maka kabel kudu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilakukan bersama dengan cara yang mirip bersama Wenner, tapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak mirip bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini mampu berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melewati batas eksentrisitas, perlu dikerjakan shifting pada elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan masih mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi adanya non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan bersama cara memperbandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil ketika AB berada terlampau jauh, hampir melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan cara yang terlampau berlainan bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditaruh berjauhan dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal jika dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga mampu digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punyai mutu sinyal yang tidak baik kalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita mampu melaksanakan pengurangan elektroda supaya konfigurasi selanjutnya menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik bersifat tahanan style dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk tahu tidak tipis lapisan lapuk, type batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk paham persebaran mineral di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk mengetahui ketebalan lapisan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, struktur susunan dan juga style batuan.

Arkeologi untuk menyadari situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau paham intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2