Kontraktor Geolistrik Air Tanah Bulungan

By | 27 Oktober 2019
No ratings yet.

Kontraktor Geolistrik Air Tanah Bulungan

Kontraktor Geolistrik Air Tanah Bulungan No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan suatu  metode geofisika yang mempunyai tujuan mengetahui sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama langkah menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sesungguhnya adalah melacak resistivitas atau tahanan type dari batuan. Resistivitas atau tahanan model adalah besaran atau parameter yang perlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang punyai resistivitas semakin besar, memperlihatkan bahwa batuan selanjutnya sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung bisa dipakai untuk pilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur bersama memasukkan arus listrik ke di dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik dapat bersifat peta sebaran tahanan jenis baik bersama style mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama dengan kebutuhan diadakannya akuisisi knowledge dan juga tipe konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk sadar pergantian tahanan model susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memanfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat menyebabkan aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik tersebut maka akan mengakibatkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur dengan  penggunakan multimeter yang membuka lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN ikut beralih cocok dengan Info style batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan asumsi bahwa kedalaman susunan batuan yang mampu ditembus oleh arus listrik ini sama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek berasal dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud setengah bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang memanfaatkan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris terhadap titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berlangsung bakal didapat suatu harga tahanan tipe semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu dikarenakan tahanan model yang juga selanjutnya merupakan gabungan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan tipe semu berasal dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang tersebut dilukiskan pada grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan style semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu bentuk kurva knowledge geolistrik. Dari kurva data selanjutnya sanggup dihitung dan diduga sifat susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan hingga kedalaman lebih kurang 300 m amat bermanfaat untuk mengerti barangkali terdapatnya lapisan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi terdapatnya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk memahami perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga sanggup untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk mengetahui secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari sebagian konfigurasi, andaikata yang ke 4 buah elektrodanya terdapat di dalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap kedua segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk jelas nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk jelas karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan ongkos survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa sifat homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat dengan permukaan tanah bakal benar-benar berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini bakal memicu knowledge geolistrik jadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang bisa mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, faktor ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang umumnya terkandung terhadap susunan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi menyebabkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang tidak serupa terhitung akan membawa dampak ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tetapi jika digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia barangkali tegangan listrik alami tersebut ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga data yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk menangani adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan dilakukan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami berikut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter bakal menyatakan tegangan listrik yang terlampau diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang mempunyai sarana seperti ini hanya terdapat pada multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan dengan cara meletakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini memiliki kelebihan dalam ketelitian pembacaan dikarenakan punya nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau bernilai sebesar 1/3. metode ini termasuk salah satu metode bersama dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh pada hasil perhitungan. tak hanya itu, metode ini perlu ongkos yang lebih mahal kecuali dibandingkan dengan konfigurasi yang lain gara-gara setiap berpindah, maka kabel harus diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini ditunaikan bersama dengan langkah yang mirip dengan Wenner, tetapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak serupa bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini bisa berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah lewat batas eksentrisitas, kudu dikerjakan shifting terhadap elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan masih dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi terdapatnya non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan dengan cara memperbandingkan nilai resistivitas semu saat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil dikala AB berada amat jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilakukan dengan langkah yang terlalu tidak sama bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di tempatkan berjauhan bersama jarak na dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung dapat digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punyai kualitas sinyal yang buruk jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita dapat lakukan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi berikut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berupa tahanan type bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tebal lapisan lapuk, jenis batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengetahui persebaran mineral di didalam susunan tanah.

Minyak untuk menyadari ketebalan susunan lapuk di dalam pemilihan pemasangan bor, struktur lapisan dan juga model batuan.

Arkeologi untuk tahu situs-situs peninggalan histori yang terpendam di dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau tahu intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi miliki kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2