Jasa Geolistrik Seruyan

By | 12 Desember 2019
No ratings yet.

Jasa Geolistrik Seruyan

Jasa Geolistrik Seruyan Profesional

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah  metode geofisika yang memiliki tujuan sadar sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebenarnya adalah mencari resistivitas atau tahanan model berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang membuktikan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas tambah besar, memperlihatkan bahwa batuan berikut sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung bisa dipakai untuk pilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan bisa diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berbentuk peta sebaran tahanan model baik bersama model mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama dengan kebutuhan diadakannya akuisisi information dan juga type konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk jelas perubahan tahanan tipe susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini menggunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat sebabkan aliran arus listrik sanggup menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik berikut maka dapat menimbulkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur dengan  penggunakan multimeter yang mengakses melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN ikut berubah cocok bersama informasi style batuan yang ikut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan pemikiran bahwa kedalaman lapisan batuan yang sanggup ditembus oleh arus listrik ini mirip bersama dengan separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang memanfaatkan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris terhadap titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berlangsung dapat didapat suatu harga tahanan tipe semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu dikarenakan tahanan type yang juga selanjutnya merupakan paduan dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan type semu dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang tersebut digambarkan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu wujud kurva information geolistrik. Dari kurva knowledge berikut sanggup dihitung dan dikira karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan hingga kedalaman kira-kira 300 m benar-benar berfaedah untuk jelas kemungkinan terdapatnya susunan akifer yaitu susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada anggota bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi ada lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas dengan lapisan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa juga untuk mengetahui perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik termasuk dapat untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk mengetahui secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari lebih dari satu konfigurasi, andaikata yang ke 4 buah elektrodanya terletak didalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap kedua segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk paham nilai ketebalan dan tahanan jenis batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk jelas karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama biaya survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa pembawaan homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah bakal benar-benar berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini dapat memicu data geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang mampu mempengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, faktor ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang umumnya terdapat terhadap susunan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang tidak serupa terhitung akan membuat ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, namun andaikan digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada bisa saja tegangan listrik alami berikut turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, agar knowledge yang terukur jadi kurang benar.

Untuk mengatasi ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dilakukan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami berikut dan kedudukan awal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan menunjukkan tegangan listrik yang benar-benar diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas seperti ini cuma terkandung pada multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilakukan bersama dengan cara menempatkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya kelebihan di dalam kecermatan pembacaan gara-gara memiliki nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung keliru satu metode dengan tanda yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh pada hasil perhitungan. selain itu, metode ini perlu ongkos yang lebih mahal jika dibandingkan bersama konfigurasi yang lain dikarenakan tiap-tiap berpindah, maka kabel perlu diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilaksanakan bersama dengan langkah yang mirip dengan Wenner, tapi jarak elektroda arus sanggup diubah tidak mirip dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini mampu berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah lewat batas eksentrisitas, kudu ditunaikan shifting pada elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan masih mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi ada non-homogenitas susunan batuan pada permukaan bersama dengan langkah memperbandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil saat AB berada sangat jauh, nyaris lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini ditunaikan bersama langkah yang benar-benar tidak serupa dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditempatkan berjauhan bersama dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal terkecuali dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk mampu digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki mutu isyarat yang buruk kalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita dapat laksanakan pengurangan elektroda agar konfigurasi selanjutnya menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berupa tahanan model mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk tahu tebal lapisan lapuk, style batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk paham ketebalan susunan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, struktur susunan serta tipe batuan.

Arkeologi untuk jelas situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau mengetahui intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi miliki kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2