Jasa Geolistrik Putussibau

By | 18 September 2019
No ratings yet.

Jasa Geolistrik Putussibau

Jasa Geolistrik Putussibau No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah  metode geofisika yang mempunyai tujuan mengerti sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebetulnya adalah melacak resistivitas atau tahanan type dari batuan. Resistivitas atau tahanan model adalah besaran atau parameter yang tunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang memiliki resistivitas semakin besar, tunjukkan bahwa batuan berikut susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik juga bisa dipakai untuk pilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur dengan memasukkan arus listrik ke didalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berbentuk peta sebaran tahanan model baik dengan jenis mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan dengan keperluan diadakannya akuisisi data serta model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad Schlumberger pada tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk menyadari perubahan tahanan tipe susunan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini gunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan sebabkan aliran arus listrik dapat menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik berikut maka akan menyebabkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN turut berubah cocok dengan Info type batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan anggapan bahwa kedalaman lapisan batuan yang mampu ditembus oleh arus listrik ini serupa dengan separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud 1/2 bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang pakai 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan bakal didapat suatu harga tahanan model semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan jenis semu dikarenakan tahanan tipe yang termasuk selanjutnya merupakan kombinasi dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang berikut dideskripsikan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu wujud kurva data geolistrik. Dari kurva knowledge berikut mampu dihitung dan dianggap pembawaan susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kira-kira 300 m amat berfaedah untuk memahami mungkin ada lapisan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) terhadap anggota bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi ada lapisan tambang yang membawa kontras resistivitas dengan lapisan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk tahu perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik termasuk bisa untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk memahami secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari lebih dari satu konfigurasi, andaikan yang ke 4 buah elektrodanya terletak di dalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada ke-2 sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk menyadari nilai ketebalan dan tahanan model batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk paham karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan ongkos survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai sifat homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat bersama permukaan tanah bakal terlalu berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini dapat memicu knowledge geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang sanggup mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, aspek ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang kebanyakan terkandung pada lapisan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari lapisan batuan yang tidak sama juga dapat menyebabkan ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tapi jika digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia mungkin tegangan listrik alami tersebut ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga knowledge yang terukur jadi tidak cukup benar.

Untuk mengatasi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter bakal memperlihatkan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa layanan layaknya ini hanya terkandung pada multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan langkah meletakkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini mempunyai kelebihan di dalam kecermatan pembacaan dikarenakan memiliki nilai eksentrisitas yang tidak benar-benar besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini terhitung tidak benar satu metode dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak bisa mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang dapat berpengaruh pada hasil perhitungan. selain itu, metode ini butuh biaya yang lebih mahal jika dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain gara-gara tiap tiap berpindah, maka kabel harus diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan bersama langkah yang serupa dengan Wenner, namun jarak elektroda arus mampu diubah tidak serupa bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini mampu berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah melewati batas eksentrisitas, wajib ditunaikan shifting terhadap elektroda potensial agar nilai yang didapatkan tetap sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger umumnya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi terdapatnya non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan dengan langkah memperbandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil disaat AB berada benar-benar jauh, hampir melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilaksanakan bersama cara yang benar-benar tidak sama bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal terkecuali dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung sanggup digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai kualitas tanda yang buruk jikalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita bisa laksanakan pengurangan elektroda agar konfigurasi berikut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik bersifat tahanan jenis sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk memahami tebal susunan lapuk, style batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di dalam susunan tanah.

Minyak untuk mengetahui ketebalan susunan lapuk di dalam penentuan pemasangan bor, susunan susunan dan juga jenis batuan.

Arkeologi untuk memahami situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau menyadari intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punyai kedalaman semu maksimum yang bisa ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2