Jasa Geolistrik Batulicin

By | 2 Desember 2019
No ratings yet.

Jasa Geolistrik Batulicin

Jasa Geolistrik Batulicin No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan salah satu  metode geofisika yang mempunyai tujuan menyadari sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini memang adalah melacak resistivitas atau tahanan model berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan type adalah besaran atau parameter yang perlihatkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas semakin besar, memperlihatkan bahwa batuan tersebut sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung bisa dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur dengan memasukkan arus listrik ke didalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik mampu berupa peta sebaran tahanan style baik dengan tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama dengan kebutuhan diadakannya akuisisi data serta tipe konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger pada tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk menyadari pergantian tahanan type lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini manfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat mengakibatkan aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik tersebut maka bakal mengakibatkan tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur dengan  penggunakan multimeter yang mengakses lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung pada elektroda MN ikut berubah sesuai bersama informasi jenis batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan anggapan bahwa kedalaman susunan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini sama bersama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berupa setengah bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang gunakan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris terhadap titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan akan didapat suatu harga tahanan jenis semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan tipe semu gara-gara tahanan tipe yang terhitung selanjutnya merupakan paduan dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan style semu berasal dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang tersebut digambarkan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu wujud kurva knowledge geolistrik. Dari kurva data selanjutnya dapat dihitung dan dikira pembawaan lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman sekitar 300 m benar-benar berfaedah untuk paham kemungkinan terdapatnya lapisan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) terhadap anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini sanggup untuk mendeteksi ada lapisan tambang yang membawa kontras resistivitas dengan lapisan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk tahu perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung mampu untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk jelas secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari sebagian konfigurasi, misalnya yang ke 4 buah elektrodanya terdapat dalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap kedua segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk tahu nilai ketebalan dan tahanan model batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk menyadari karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa karakter homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat dengan permukaan tanah dapat terlalu berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini dapat membuat information geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang dapat merubah homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terkandung terhadap susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang berlainan terhitung bakal sebabkan ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tapi seandainya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia bisa saja tegangan listrik alami berikut turut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, agar knowledge yang terukur jadi kurang benar.

Untuk menangani terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan tunjukkan tegangan listrik yang sangat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai layanan layaknya ini cuma terdapat pada multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilaksanakan bersama dengan langkah tempatkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini miliki berlebihan didalam kecermatan pembacaan sebab punya nilai eksentrisitas yang tidak terlampau besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini juga keliru satu metode bersama isyarat yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini butuh cost yang lebih mahal terkecuali dibandingkan dengan konfigurasi yang lain dikarenakan setiap berpindah, maka kabel perlu diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini ditunaikan dengan langkah yang serupa dengan Wenner, namun jarak elektroda arus mampu diubah tidak mirip bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini dapat berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melewati batas eksentrisitas, harus dilakukan shifting terhadap elektroda potensial agar nilai yang didapatkan masih dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi terdapatnya non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan dengan cara membandingkan nilai resistivitas semu disaat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil ketika AB berada terlalu jauh, nyaris melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilakukan bersama dengan langkah yang benar-benar berbeda bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di letakkan berjauhan dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal terkecuali dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk mampu digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punya mutu isyarat yang buruk kalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami mampu laksanakan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi selanjutnya menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik berupa tahanan style sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk jelas tebal lapisan lapuk, tipe batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di didalam susunan tanah.

Minyak untuk paham ketebalan susunan lapuk didalam penentuan pemasangan bor, struktur susunan serta model batuan.

Arkeologi untuk memahami situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam di dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau mengetahui intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punyai kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2