Jasa Geolistrik Air Tanah Sintang

By | 20 November 2019

Jasa Geolistrik Air Tanah Sintang

Jasa Geolistrik Air Tanah Sintang Terjangkau

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah suatu  metode geofisika yang bertujuan mengerti sifat-sifat kelistrikan susunan batuan dibawah permukaan tanah bersama dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebenarnya adalah mencari resistivitas atau tahanan model dari batuan. Resistivitas atau tahanan tipe adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas jadi besar, menyatakan bahwa batuan berikut sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk bisa dipakai untuk pilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan bisa diukur dengan memasukkan arus listrik ke di dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik mampu berwujud peta sebaran tahanan style baik dengan style mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan kebutuhan diadakannya akuisisi information dan juga model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali ditunaikan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk paham perubahan tahanan model lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini menggunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal memicu aliran arus listrik bisa menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik tersebut maka bakal menyebabkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang membuka lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan terhadap elektroda MN turut berubah cocok bersama dengan informasi jenis batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan pemikiran bahwa kedalaman lapisan batuan yang sanggup ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek dari injeksi aliran arus listrik ini berupa setengah bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang pakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berjalan bakal didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan tipe semu gara-gara tahanan tipe yang terhitung tersebut merupakan kombinasi berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu berasal dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang tersebut dilukiskan pada grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan style semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu wujud kurva information geolistrik. Dari kurva data tersebut bisa dihitung dan dikira pembawaan susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kira-kira 300 m terlalu berfungsi untuk sadar kemungkinan terdapatnya susunan akifer yakni susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap bagian bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi ada susunan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama dengan susunan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk paham perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga mampu untuk menduga adanya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk tahu secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari beberapa konfigurasi, jika yang ke 4 buah elektrodanya terdapat didalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada ke-2 sisi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk mengerti nilai ketebalan dan tahanan style batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk sadar karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama dengan biaya survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai karakter homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat bersama permukaan tanah akan terlampau berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini dapat mengakibatkan data geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang dapat pengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, faktor ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang kebanyakan terdapat terhadap susunan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari susunan batuan yang berlainan termasuk akan menyebabkan ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, namun sekiranya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada bisa saja tegangan listrik alami selanjutnya ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, sehingga knowledge yang terukur menjadi kurang benar.

Untuk menanggulangi ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum dijalankan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami berikut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter bakal membuktikan tegangan listrik yang benar-benar diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas seperti ini hanya terkandung terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan dengan langkah tempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini mempunyai berlebihan dalam ketelitian pembacaan dikarenakan mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini juga keliru satu metode bersama sinyal yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini memerlukan biaya yang lebih mahal kecuali dibandingkan bersama konfigurasi yang lain sebab tiap tiap berpindah, maka kabel kudu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini ditunaikan dengan langkah yang serupa bersama Wenner, tapi jarak elektroda arus bisa diubah tidak serupa dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini dapat berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah melewati batas eksentrisitas, wajib dilakukan shifting pada elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan masih mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger umumnya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi adanya non-homogenitas susunan batuan pada permukaan bersama langkah membandingkan nilai resistivitas semu dikala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil dikala AB berada amat jauh, nyaris melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama cara yang sangat tidak sama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama jarak na dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk bisa digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punyai kualitas isyarat yang buruk kecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita mampu laksanakan pengurangan elektroda agar konfigurasi tersebut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berwujud tahanan type mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk paham tidak tipis lapisan lapuk, type batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di didalam lapisan tanah.

Minyak untuk menyadari ketebalan lapisan lapuk didalam penentuan pemasangan bor, susunan lapisan dan juga style batuan.

Arkeologi untuk jelas situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau paham intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2