Jasa Geolistrik Air Tanah Palangka Raya

By | 21 Desember 2019
No ratings yet.

Jasa Geolistrik Air Tanah Palangka Raya

Jasa Geolistrik Air Tanah Palangka Raya Terjangkau

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah salah satu  metode geofisika yang mempunyai tujuan tahu sifat-sifat kelistrikan susunan batuan dibawah permukaan tanah bersama dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini memang adalah melacak resistivitas atau tahanan style dari batuan. Resistivitas atau tahanan type adalah besaran atau parameter yang tunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas semakin besar, perlihatkan bahwa batuan selanjutnya susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk dapat dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur bersama memasukkan arus listrik ke di dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa bersifat peta sebaran tahanan type baik dengan type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama kebutuhan diadakannya akuisisi knowledge serta type konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilaksanakan oleh Conrad Schlumberger pada tahun 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk memahami pergantian tahanan tipe lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat membuat aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik selanjutnya maka dapat menimbulkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang membuka lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung terhadap elektroda MN ikut berubah cocok bersama dengan informasi tipe batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan analisis bahwa kedalaman susunan batuan yang mampu ditembus oleh arus listrik ini sama bersama separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud 1/2 bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang manfaatkan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang terjadi akan didapat suatu harga tahanan tipe semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan jenis semu karena tahanan jenis yang juga selanjutnya merupakan paduan berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan tipe semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang tersebut diekspresikan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu wujud kurva data geolistrik. Dari kurva data berikut sanggup dihitung dan dikira sifat susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman kira-kira 300 m benar-benar berguna untuk sadar mungkin ada susunan akifer yakni susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini dapat untuk mendeteksi adanya susunan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk paham perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung bisa untuk menduga adanya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk paham secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari sebagian konfigurasi, andaikata yang ke 4 buah elektrodanya terdapat dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap ke-2 segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk memahami nilai ketebalan dan tahanan model batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk tahu karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai cii-ciri homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat dengan permukaan tanah bakal terlalu berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini akan membawa dampak information geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang dapat mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, faktor ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang bisa menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang kebanyakan terkandung pada susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang tidak sama terhitung dapat membawa dampak ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tetapi seandainya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia kemungkinan tegangan listrik alami berikut ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, supaya information yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk menanggulangi terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum dikerjakan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter dapat memperlihatkan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa fasilitas seperti ini cuma terkandung pada multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilakukan bersama dengan langkah letakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini miliki kelebihan dalam ketelitian pembacaan sebab memiliki nilai eksentrisitas yang tidak benar-benar besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini terhitung keliru satu metode bersama isyarat yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini memerlukan ongkos yang lebih mahal jikalau dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain sebab setiap berpindah, maka kabel harus diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan dengan cara yang sama bersama Wenner, namun jarak elektroda arus dapat diubah tidak mirip bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini bisa berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah melewati batas eksentrisitas, wajib dilakukan shifting pada elektroda potensial agar nilai yang didapatkan tetap sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan bersama cara memperbandingkan nilai resistivitas semu saat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil disaat AB berada terlampau jauh, nyaris lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dijalankan bersama dengan cara yang benar-benar tidak sama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal jikalau dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk sanggup digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punyai kualitas tanda yang buruk jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita dapat jalankan pengurangan elektroda agar konfigurasi berikut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik berupa tahanan style mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk paham tidak tipis lapisan lapuk, tipe batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk paham persebaran mineral di di dalam susunan tanah.

Minyak untuk menyadari ketebalan susunan lapuk dalam pemilihan pemasangan bor, susunan susunan serta style batuan.

Arkeologi untuk mengetahui situs-situs peninggalan histori yang terpendam di dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau sadar intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2