Jasa Geolistrik Air Tanah Kayong Utara

By | 6 September 2019
No ratings yet.

Jasa Geolistrik Air Tanah Kayong Utara

Jasa Geolistrik Air Tanah Kayong Utara Berpengalaman

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan  metode geofisika yang punya tujuan mengerti sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, karena arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebenarnya adalah melacak resistivitas atau tahanan type berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang membuktikan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang punya resistivitas jadi besar, menyatakan bahwa batuan selanjutnya susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung mampu dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur bersama memasukkan arus listrik ke di dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa bersifat peta sebaran tahanan jenis baik bersama type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama dengan keperluan diadakannya akuisisi information dan juga style konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali ditunaikan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk jelas pergantian tahanan tipe susunan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini mengfungsikan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal mengakibatkan aliran arus listrik dapat menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik selanjutnya maka akan mengakibatkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang mengakses lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan pada elektroda MN ikut beralih sesuai bersama dengan informasi jenis batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan asumsi bahwa kedalaman susunan batuan yang sanggup ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang manfaatkan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berjalan akan didapat suatu harga tahanan tipe semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu karena tahanan type yang juga tersebut merupakan paduan berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya digambarkan terhadap grafik logaritma ganda bersama jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu wujud kurva knowledge geolistrik. Dari kurva information selanjutnya dapat dihitung dan dianggap pembawaan susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan hingga kedalaman lebih kurang 300 m sangat berfungsi untuk jelas mungkin ada lapisan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada anggota bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi ada susunan tambang yang mempunyai kontras resistivitas dengan lapisan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa juga untuk menyadari perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga bisa untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk memahami secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari sebagian konfigurasi, apabila yang ke 4 buah elektrodanya terdapat didalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap ke-2 sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk menyadari nilai ketebalan dan tahanan jenis batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk menyadari karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai karakter homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat bersama dengan permukaan tanah bakal benar-benar berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini dapat mengakibatkan knowledge geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang sanggup pengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terkandung pada susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi mengakibatkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari lapisan batuan yang berlainan termasuk bakal sebabkan ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, namun jikalau digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia mungkin tegangan listrik alami berikut ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, sehingga knowledge yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk menanggulangi ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan dikerjakan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter dapat menunjukkan tegangan listrik yang benar-benar diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang membawa layanan seperti ini hanya terdapat terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan bersama langkah menempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya kelebihan didalam ketelitian pembacaan karena mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini juga salah satu metode bersama dengan isyarat yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak sanggup mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh pada hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini memerlukan biaya yang lebih mahal terkecuali dibandingkan dengan konfigurasi yang lain gara-gara tiap tiap berpindah, maka kabel kudu diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilaksanakan bersama langkah yang mirip bersama dengan Wenner, namun jarak elektroda arus sanggup diubah tidak mirip bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini sanggup berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah melalui batas eksentrisitas, wajib dilaksanakan shifting terhadap elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan tetap sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan dengan langkah membandingkan nilai resistivitas semu kala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil ketika AB berada benar-benar jauh, hampir melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan dengan cara yang amat tidak serupa bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di tempatkan berjauhan bersama jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga dapat digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki kualitas isyarat yang buruk terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita bisa melakukan pengurangan elektroda agar konfigurasi selanjutnya menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik bersifat tahanan jenis dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tebal susunan lapuk, jenis batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk sadar persebaran mineral di di dalam susunan tanah.

Minyak untuk memahami ketebalan susunan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, susunan susunan serta jenis batuan.

Arkeologi untuk menyadari situs-situs peninggalan histori yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau paham intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punyai kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2