Jasa Geolistrik Air Tanah Buntok

By | 15 Oktober 2019
No ratings yet.

Jasa Geolistrik Air Tanah Buntok

Jasa Geolistrik Air Tanah Buntok Profesional

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan salah satu  metode geofisika yang memiliki tujuan tahu sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebenarnya adalah mencari resistivitas atau tahanan style dari batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang memiliki resistivitas tambah besar, memperlihatkan bahwa batuan selanjutnya susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk dapat dipakai untuk pilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan dapat diukur bersama memasukkan arus listrik ke didalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup bersifat peta sebaran tahanan tipe baik bersama tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama dengan keperluan diadakannya akuisisi data dan juga style konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali ditunaikan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk memahami pergantian tahanan type susunan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini menggunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal sebabkan aliran arus listrik dapat menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan ada aliran arus listrik selanjutnya maka dapat menyebabkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung terhadap elektroda MN ikut beralih sesuai bersama dengan informasi tipe batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan anggapan bahwa kedalaman lapisan batuan yang mampu ditembus oleh arus listrik ini mirip dengan separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini berbentuk 1/2 bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang gunakan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berjalan dapat didapat suatu harga tahanan jenis semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu gara-gara tahanan model yang terhitung tersebut merupakan kombinasi berasal dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan style semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang berikut digambarkan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan tipe semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva information tersebut sanggup dihitung dan dikira sifat susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman kurang lebih 300 m benar-benar berguna untuk mengerti barangkali adanya lapisan akifer yaitu susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) terhadap anggota bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi adanya lapisan tambang yang membawa kontras resistivitas dengan susunan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk menyadari perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung mampu untuk menduga terdapatnya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk sadar secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari lebih dari satu konfigurasi, kalau yang ke 4 buah elektrodanya terletak didalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap ke-2 segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk menyadari nilai ketebalan dan tahanan style batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk tahu karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai sifat homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah dapat amat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini bakal membuat data geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang dapat mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang biasanya terkandung terhadap lapisan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi menyebabkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang tidak sama terhitung bakal menyebabkan ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun kalau digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada kemungkinan tegangan listrik alami berikut turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, supaya knowledge yang terukur jadi kurang benar.

Untuk menanggulangi ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan dilaksanakan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter bakal perlihatkan tegangan listrik yang sangat diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa sarana layaknya ini hanya terdapat pada multimeter bersama dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilakukan dengan langkah letakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini miliki berlebihan dalam ketelitian pembacaan gara-gara memiliki nilai eksentrisitas yang tidak terlampau besar atau punya nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung keliru satu metode dengan tanda yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini memerlukan cost yang lebih mahal jika dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain sebab tiap tiap berpindah, maka kabel perlu diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini ditunaikan dengan langkah yang serupa bersama dengan Wenner, tapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak serupa dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini sanggup berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah lewat batas eksentrisitas, mesti dilakukan shifting pada elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan masih sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi terdapatnya non-homogenitas susunan batuan pada permukaan bersama cara membandingkan nilai resistivitas semu disaat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil dikala AB berada amat jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama langkah yang terlalu berlainan bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di tempatkan berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini terhitung dapat digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini memiliki mutu sinyal yang jelek terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami mampu lakukan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi selanjutnya jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik bersifat tahanan tipe mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk mengetahui tidak tipis susunan lapuk, type batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengetahui persebaran mineral di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk menyadari ketebalan lapisan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, susunan lapisan serta tipe batuan.

Arkeologi untuk paham situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau mengerti intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2