Ahli Geolistrik Halmahera Tengah

By | 17 September 2019
No ratings yet.

Ahli Geolistrik Halmahera Tengah

Ahli Geolistrik Halmahera Tengah
Profesional

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah  metode geofisika yang mempunyai tujuan mengerti sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, dikarenakan arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebetulnya adalah mencari resistivitas atau tahanan jenis berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang mempunyai resistivitas makin lama besar, menunjukkan bahwa batuan tersebut sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung bisa dipakai untuk pilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur bersama dengan memasukkan arus listrik ke di dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa berwujud peta sebaran tahanan model baik bersama dengan type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama kebutuhan diadakannya akuisisi knowledge serta style konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilaksanakan oleh Conrad Schlumberger pada tahun 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk mengerti perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat menyebabkan aliran arus listrik mampu menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik tersebut maka akan mengundang tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur dengan  penggunakan multimeter yang mengakses melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung pada elektroda MN ikut berubah cocok bersama Info tipe batuan yang ikut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan anggapan bahwa kedalaman lapisan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini sama bersama separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek dari injeksi aliran arus listrik ini berupa setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang memanfaatkan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus serta simetris terhadap titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi berasal dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berlangsung dapat didapat suatu harga tahanan jenis semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu dikarenakan tahanan tipe yang termasuk tersebut merupakan gabungan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan jenis semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang berikut diekspresikan pada grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva knowledge tersebut mampu dihitung dan diduga pembawaan susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman sekitar 300 m sangat berfungsi untuk sadar mungkin adanya susunan akifer yaitu susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada bagian bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, supaya ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak dipengaruhi oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi terdapatnya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas dengan susunan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa terhitung untuk menyadari perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung dapat untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk sadar secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari beberapa konfigurasi, misalnya yang ke 4 buah elektrodanya terletak dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap ke-2 sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk menyadari nilai ketebalan dan tahanan type batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk mengerti karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai pembawaan homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat dengan permukaan tanah bakal terlalu berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini akan membuat data geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang bisa memengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, aspek ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terdapat terhadap susunan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi menyebabkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang tidak sama juga dapat sebabkan ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, tapi misalnya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada barangkali tegangan listrik alami selanjutnya ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, supaya knowledge yang terukur menjadi kurang benar.

Untuk menangani ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter bakal perlihatkan tegangan listrik yang sangat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas seperti ini cuma terdapat terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan bersama langkah tempatkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya kelebihan di dalam kecermatan pembacaan karena mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak benar-benar besar atau bernilai sebesar 1/3. metode ini termasuk salah satu metode dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini membutuhkan cost yang lebih mahal kalau dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain karena setiap berpindah, maka kabel harus diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan cara yang sama dengan Wenner, tapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak serupa bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini bisa berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melalui batas eksentrisitas, harus dijalankan shifting terhadap elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan masih mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger umumnya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan bersama langkah memperbandingkan nilai resistivitas semu disaat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil dikala AB berada terlalu jauh, nyaris melewati batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilakukan bersama dengan cara yang sangat berbeda dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di letakkan berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk dapat digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini memiliki mutu tanda yang tidak baik jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami dapat jalankan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi selanjutnya jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik bersifat tahanan style sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tidak tipis lapisan lapuk, jenis batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk memahami persebaran mineral di di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk mengetahui ketebalan lapisan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, struktur susunan serta jenis batuan.

Arkeologi untuk menyadari situs-situs peninggalan sejarah yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau mengerti intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2