Ahli Geolistrik Barabai

By | 25 September 2019
No ratings yet.

Ahli Geolistrik Barabai

Ahli Geolistrik Barabai Berpengalaman

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan salah satu  metode geofisika yang bertujuan sadar sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah bersama dengan cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan keliru satu metode geofisika aktif, karena arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebenarnya adalah melacak resistivitas atau tahanan tipe dari batuan. Resistivitas atau tahanan model adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang punyai resistivitas jadi besar, perlihatkan bahwa batuan selanjutnya susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk dapat dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur dengan memasukkan arus listrik ke di dalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup bersifat peta sebaran tahanan model baik dengan type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama dengan kebutuhan diadakannya akuisisi knowledge serta tipe konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk memahami pergantian tahanan type lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini memakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat membawa dampak aliran arus listrik bisa menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik tersebut maka bakal menyebabkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang membuka melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung terhadap elektroda MN ikut beralih cocok bersama dengan informasi model batuan yang turut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan anggapan bahwa kedalaman susunan batuan yang sanggup ditembus oleh arus listrik ini mirip dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berbentuk setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang menggunakan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris terhadap titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan dapat didapat suatu harga tahanan tipe semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan type semu dikarenakan tahanan type yang juga tersebut merupakan kombinasi dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan type semu berasal dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang selanjutnya digambarkan terhadap grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu bentuk kurva knowledge geolistrik. Dari kurva knowledge tersebut bisa dihitung dan diduga karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kira-kira 300 m sangat bermanfaat untuk menyadari kemungkinan adanya susunan akifer yakni susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap anggota bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi ada susunan tambang yang membawa kontras resistivitas dengan lapisan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa juga untuk paham perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga mampu untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk tahu secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari lebih dari satu konfigurasi, bila yang ke 4 buah elektrodanya terdapat dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada kedua sisi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk mengetahui nilai ketebalan dan tahanan model batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk menyadari karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai karakter homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan pada pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat bersama dengan permukaan tanah dapat terlampau berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini dapat mengakibatkan knowledge geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang dapat pengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang biasanya terdapat pada susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral dari susunan batuan yang berbeda terhitung bakal menyebabkan ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, namun andaikan digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia kemungkinan tegangan listrik alami selanjutnya turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, sehingga knowledge yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk menangani terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan dilaksanakan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami berikut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter dapat tunjukkan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa sarana seperti ini cuma terdapat terhadap multimeter bersama dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilaksanakan bersama dengan langkah meletakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini memiliki kelebihan dalam ketelitian pembacaan gara-gara miliki nilai eksentrisitas yang tidak sangat besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini termasuk salah satu metode dengan tanda yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh terhadap hasil perhitungan. selain itu, metode ini butuh cost yang lebih mahal jikalau dibandingkan dengan konfigurasi yang lain sebab setiap berpindah, maka kabel harus diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilakukan bersama dengan langkah yang mirip bersama Wenner, tapi jarak elektroda arus sanggup diubah tidak sama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini bisa berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah melalui batas eksentrisitas, mesti dilaksanakan shifting terhadap elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan tetap sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger umumnya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi terdapatnya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan bersama dengan cara memperbandingkan nilai resistivitas semu disaat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil disaat AB berada amat jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama langkah yang terlampau tidak serupa dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di letakkan berjauhan bersama dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal jika dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga mampu digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini punyai kualitas tanda yang jelek terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami bisa lakukan pengurangan elektroda agar konfigurasi tersebut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik bersifat tahanan style sanggup dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tidak tipis susunan lapuk, tipe batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengetahui persebaran mineral di didalam lapisan tanah.

Minyak untuk mengerti ketebalan lapisan lapuk didalam pemilihan pemasangan bor, susunan susunan dan juga tipe batuan.

Arkeologi untuk menyadari situs-situs peninggalan histori yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau jelas intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punyai kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2