Ahli Geolistrik Banyumas

By | 3 Oktober 2019
No ratings yet.

Ahli Geolistrik Banyumas

Ahli Geolistrik Banyumas
Terbaik

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan suatu  metode geofisika yang punya tujuan menyadari sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan cara menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, dikarenakan arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini memang adalah melacak resistivitas atau tahanan tipe dari batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang memperlihatkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang punyai resistivitas tambah besar, menunjukkan bahwa batuan selanjutnya sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk sanggup dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur bersama memasukkan arus listrik ke didalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik dapat berbentuk peta sebaran tahanan style baik bersama model mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan keperluan diadakannya akuisisi knowledge serta jenis konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilaksanakan oleh Conrad Schlumberger pada tahun 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk tahu perubahan tahanan type susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke didalam tanah. Injeksi arus listrik ini menggunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat sebabkan aliran arus listrik dapat menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik berikut maka bakal mengundang tegangan listrik di di dalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang membuka melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah jadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN turut beralih sesuai bersama dengan Info type batuan yang ikut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan kesimpulan bahwa kedalaman susunan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini mirip bersama separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan efek dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang memakai 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan bakal didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan tipe semu gara-gara tahanan type yang juga tersebut merupakan paduan dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan tipe semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya dilukiskan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka dapat didapat suatu bentuk kurva knowledge geolistrik. Dari kurva information tersebut bisa dihitung dan diduga sifat lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman kurang lebih 300 m benar-benar berfaedah untuk mengerti bisa saja ada lapisan akifer yakni susunan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu susunan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap bagian bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini sanggup untuk mendeteksi ada lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama lapisan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk jelas perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga sanggup untuk menduga adanya panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk paham secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari sebagian konfigurasi, andaikan yang ke 4 buah elektrodanya terletak didalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat terhadap ke-2 segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk mengerti nilai ketebalan dan tahanan style batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk tahu karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak membawa karakter homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat dengan permukaan tanah dapat sangat berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini dapat membuat data geolistrik menjadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang mampu pengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, aspek ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terkandung terhadap lapisan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari susunan batuan yang berbeda termasuk dapat membawa dampak ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, namun andaikan digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada kemungkinan tegangan listrik alami berikut turut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga information yang terukur menjadi kurang benar.

Untuk menangani terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dikerjakan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal dari multimeter dibikin menjadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan tunjukkan tegangan listrik yang terlampau diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang membawa layanan layaknya ini cuma terkandung terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan bersama langkah meletakkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini miliki kelebihan didalam ketelitian pembacaan sebab punyai nilai eksentrisitas yang tidak terlampau besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini terhitung salah satu metode dengan tanda yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang dapat berpengaruh pada hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini memerlukan ongkos yang lebih mahal jika dibandingkan dengan konfigurasi yang lain sebab setiap berpindah, maka kabel mesti diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dijalankan bersama cara yang serupa bersama dengan Wenner, namun jarak elektroda arus sanggup diubah tidak serupa bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini bisa berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah melalui batas eksentrisitas, kudu dikerjakan shifting pada elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan masih dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi ada non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan dengan langkah memperbandingkan nilai resistivitas semu dikala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil saat AB berada sangat jauh, hampir melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilaksanakan bersama langkah yang amat berbeda dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial ditaruh berjauhan bersama jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal jikalau dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga dapat digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini mempunyai mutu isyarat yang buruk kecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami sanggup melaksanakan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi berikut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik berbentuk tahanan style mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk memahami tebal susunan lapuk, style batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengerti persebaran mineral di didalam susunan tanah.

Minyak untuk sadar ketebalan lapisan lapuk di dalam pemilihan pemasangan bor, struktur susunan dan juga model batuan.

Arkeologi untuk tahu situs-situs peninggalan histori yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau mengetahui intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punya kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2