Ahli Geolistrik Badung

By | 16 September 2019
No ratings yet.

Ahli Geolistrik Badung

Ahli Geolistrik Badung
No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah salah satu  metode geofisika yang memiliki tujuan paham sifat-sifat kelistrikan susunan batuan dibawah permukaan tanah bersama dengan cara menginjeksikan arus listrik ke di dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sesungguhnya adalah melacak resistivitas atau tahanan model berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan style adalah besaran atau parameter yang tunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas tambah besar, membuktikan bahwa batuan selanjutnya susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk dapat dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan bisa diukur bersama memasukkan arus listrik ke dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik sanggup berbentuk peta sebaran tahanan type baik dengan type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama keperluan diadakannya akuisisi data serta model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk jelas pergantian tahanan model lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini pakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah bersama dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat memicu aliran arus listrik sanggup menembus lapisan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik selanjutnya maka akan menimbulkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur dengan  penggunakan multimeter yang terhubung melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi terhadap elektroda MN turut beralih sesuai bersama Info jenis batuan yang turut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan kesimpulan bahwa kedalaman susunan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini sama dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang memanfaatkan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang terjadi akan didapat suatu harga tahanan model semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu dikarenakan tahanan tipe yang termasuk selanjutnya merupakan gabungan dari banyak lapisan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan model semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang berikut dilukiskan terhadap grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan style semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva data tersebut sanggup dihitung dan dikira karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman sekitar 300 m terlalu berfungsi untuk mengetahui bisa saja ada lapisan akifer yakni susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada anggota bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi ada susunan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama dengan lapisan batuan terhadap anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk mengerti perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung mampu untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk mengerti secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, jika yang ke 4 buah elektrodanya terletak didalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada ke-2 sisi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk tahu nilai ketebalan dan tahanan jenis batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk jelas karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama ongkos survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai pembawaan homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat bersama dengan permukaan tanah dapat terlampau berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini bakal membuat data geolistrik menjadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang bisa mempengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip terhadap lapisan, aspek ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang dapat menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang biasanya terkandung terhadap lapisan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi mengakibatkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral berasal dari susunan batuan yang tidak sama terhitung akan memicu ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun andaikata digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada kemungkinan tegangan listrik alami selanjutnya ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, agar data yang terukur jadi tidak cukup benar.

Untuk mengatasi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter bakal membuktikan tegangan listrik yang terlampau diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa fasilitas seperti ini cuma terkandung pada multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan cara letakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini miliki kelebihan didalam ketelitian pembacaan dikarenakan mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini termasuk salah satu metode bersama tanda yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak sanggup mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang bisa berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tidak cuman itu, metode ini memerlukan cost yang lebih mahal jikalau dibandingkan dengan konfigurasi yang lain gara-gara tiap tiap berpindah, maka kabel mesti diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dikerjakan bersama cara yang serupa dengan Wenner, tetapi jarak elektroda arus mampu diubah tidak serupa bersama dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini bisa berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melalui batas eksentrisitas, harus dilakukan shifting pada elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan tetap dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi ada non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan dengan cara memperbandingkan nilai resistivitas semu saat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil kala AB berada amat jauh, hampir melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dikerjakan bersama langkah yang sangat tidak serupa bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk sanggup digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki mutu sinyal yang buruk jika dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita sanggup melakukan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi selanjutnya menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik berbentuk tahanan style dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk mengetahui tebal susunan lapuk, tipe batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di didalam lapisan tanah.

Minyak untuk mengetahui ketebalan lapisan lapuk di dalam penentuan pemasangan bor, susunan susunan serta tipe batuan.

Arkeologi untuk paham situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau mengetahui intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang mampu ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2