Ahli Geolistrik Air Tanah Tideng Pale

By | 27 Desember 2019
No ratings yet.

Ahli Geolistrik Air Tanah Tideng Pale

Ahli Geolistrik Air Tanah Tideng Pale No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah suatu  metode geofisika yang bertujuan menyadari sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama langkah menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, dikarenakan arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebenarnya adalah melacak resistivitas atau tahanan type berasal dari batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang menunjukkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang mempunyai resistivitas semakin besar, tunjukkan bahwa batuan selanjutnya susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung bisa dipakai untuk pilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur dengan memasukkan arus listrik ke dalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa berwujud peta sebaran tahanan type baik bersama model mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan kebutuhan diadakannya akuisisi data dan juga tipe konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dijalankan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan tipe lapisan batuan di bawah permukaan tanah bersama langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini pakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal menyebabkan aliran arus listrik mampu menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik selanjutnya maka bakal mengundang tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berjalan di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang mengakses melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung pada elektroda MN turut berubah cocok bersama dengan Info type batuan yang turut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan pemikiran bahwa kedalaman lapisan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud 1/2 bola bersama jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang memakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris terhadap titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang terjadi dapat didapat suatu harga tahanan jenis semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan tipe semu sebab tahanan jenis yang terhitung berikut merupakan paduan berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan style semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang berikut diekspresikan pada grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan model semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu wujud kurva information geolistrik. Dari kurva data tersebut mampu dihitung dan dianggap sifat susunan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman sekitar 300 m benar-benar bermanfaat untuk memahami mungkin ada susunan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada anggota bawah dan anggota atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini sanggup untuk mendeteksi terdapatnya lapisan tambang yang membawa kontras resistivitas bersama lapisan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk sadar perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung bisa untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk mengerti secara tentu keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari sebagian konfigurasi, jikalau yang ke 4 buah elektrodanya terletak dalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada ke dua segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi mempunyai metoda perhitungan tersendiri untuk paham nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk memahami karakteristik lapisan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa cii-ciri homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terdapat dekat bersama permukaan tanah akan amat berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini bakal membawa dampak data geolistrik menjadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang mampu memengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang mampu menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang kebanyakan terkandung pada susunan batuan disebabkan oleh adanya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral dari lapisan batuan yang berbeda termasuk akan mengakibatkan ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, tetapi bila digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada bisa saja tegangan listrik alami berikut ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga data yang terukur jadi kurang benar.

Untuk mengatasi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum ditunaikan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami berikut dan kedudukan awal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan perlihatkan tegangan listrik yang terlalu diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas layaknya ini hanya terdapat terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan dengan cara tempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu sama lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak serupa (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini memiliki berlebihan di dalam kecermatan pembacaan karena mempunyai nilai eksentrisitas yang tidak amat besar atau punya nilai sebesar 1/3. metode ini termasuk salah satu metode bersama isyarat yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini perlu ongkos yang lebih mahal jikalau dibandingkan dengan konfigurasi yang lain karena setiap berpindah, maka kabel wajib diganti bersama dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilakukan dengan cara yang serupa bersama Wenner, tetapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak sama bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini sanggup berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah sudah melewati batas eksentrisitas, kudu dijalankan shifting terhadap elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan masih mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger kebanyakan digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi adanya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan bersama dengan langkah membandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil ketika AB berada terlalu jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilakukan bersama dengan langkah yang sangat berbeda bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk dapat digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini memiliki kualitas sinyal yang tidak baik kalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita bisa jalankan pengurangan elektroda supaya konfigurasi tersebut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berbentuk tahanan model mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk mengetahui tidak tipis susunan lapuk, style batuan, susunan geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengerti persebaran mineral di didalam susunan tanah.

Minyak untuk mengerti ketebalan susunan lapuk dalam penentuan pemasangan bor, struktur susunan dan juga type batuan.

Arkeologi untuk mengerti situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau mengetahui intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punya kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2