Ahli Geolistrik Air Tanah Tana Paser

By | 23 Oktober 2019

Ahli Geolistrik Air Tanah Tana Paser

Ahli Geolistrik Air Tanah Tana Paser No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik merupakan  metode geofisika yang bertujuan mengerti sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan tidak benar satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini memang adalah mencari resistivitas atau tahanan model dari batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang menunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas tambah besar, membuktikan bahwa batuan tersebut sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung bisa dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan dapat diukur bersama memasukkan arus listrik ke didalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa berupa peta sebaran tahanan style baik bersama dengan tipe mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai bersama dengan keperluan diadakannya akuisisi data dan juga tipe konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali ditunaikan oleh Conrad Schlumberger terhadap tahun 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk sadar perubahan tahanan tipe lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke di dalam tanah. Injeksi arus listrik ini pakai 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke di dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan memicu aliran arus listrik sanggup menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik selanjutnya maka akan menimbulkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang berlangsung di permukaan tanah diukur bersama dengan  penggunakan multimeter yang terhubung melalui 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung pada elektroda MN turut beralih sesuai dengan Info tipe batuan yang turut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan analisis bahwa kedalaman lapisan batuan yang dapat ditembus oleh arus listrik ini sama bersama separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini berbentuk 1/2 bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang gunakan 4 buah elektroda yang terdapat dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berlangsung akan didapat suatu harga tahanan tipe semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan jenis semu gara-gara tahanan tipe yang terhitung selanjutnya merupakan kombinasi berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan type semu dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang selanjutnya diekspresikan pada grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan style semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu wujud kurva information geolistrik. Dari kurva information berikut sanggup dihitung dan dikira karakter lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman kurang lebih 300 m terlalu berfungsi untuk paham barangkali ada lapisan akifer yaitu susunan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) terhadap anggota bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini membawa ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh perubahan cuaca setempat.

Geolistrik ini dapat untuk mendeteksi adanya susunan tambang yang mempunyai kontras resistivitas dengan susunan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa juga untuk mengetahui perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik termasuk bisa untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan keliru satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk memahami secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari beberapa konfigurasi, seandainya yang ke 4 buah elektrodanya terletak dalam satu garis lurus dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris terhadap titik pusat pada ke dua segi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk tahu nilai ketebalan dan tahanan model batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk menyadari karakteristik lapisan batuan bawah permukaan dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak mempunyai cii-ciri homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terletak dekat dengan permukaan tanah dapat terlampau berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini akan mengakibatkan data geolistrik jadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang bisa merubah homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, aspek ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang mengakses ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang biasanya terdapat pada lapisan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang tidak sama terhitung bakal membuat ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, tapi seandainya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia kemungkinan tegangan listrik alami berikut turut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, agar knowledge yang terukur menjadi tidak cukup benar.

Untuk menanggulangi adanya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dilakukan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan memperlihatkan tegangan listrik yang terlampau diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang mempunyai fasilitas layaknya ini cuma terdapat terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilakukan bersama cara tempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu serupa lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan dapat berjarak sama (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya berlebihan dalam ketelitian pembacaan gara-gara miliki nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini terhitung salah satu metode bersama sinyal yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak mampu mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh pada hasil perhitungan. selain itu, metode ini perlu cost yang lebih mahal terkecuali dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain karena tiap tiap berpindah, maka kabel perlu diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dikerjakan dengan langkah yang sama dengan Wenner, tapi jarak elektroda arus sanggup diubah tidak sama bersama jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini sanggup berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah lewat batas eksentrisitas, harus dilakukan shifting terhadap elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan masih dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan knowledge yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan dari konfigurasi ini adalah dapat mendeteksi terdapatnya non-homogenitas lapisan batuan terhadap permukaan bersama langkah membandingkan nilai resistivitas semu disaat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil dikala AB berada terlalu jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini ditunaikan bersama langkah yang benar-benar berlainan bersama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di tempatkan berjauhan bersama jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah cost yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga sanggup digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki kualitas tanda yang jelek terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami sanggup lakukan pengurangan elektroda supaya konfigurasi berikut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil information pengukuran geolistrik berwujud tahanan model bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk tahu tidak tipis lapisan lapuk, tipe batuan, struktur geologi dan juga porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk menyadari persebaran mineral di di dalam susunan tanah.

Minyak untuk paham ketebalan lapisan lapuk di dalam pemilihan pemasangan bor, struktur susunan serta jenis batuan.

Arkeologi untuk sadar situs-situs peninggalan histori yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau sadar intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi memiliki kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/3 dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini miliki kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2