Ahli Geolistrik Air Tanah Pohuwato

By | 31 Oktober 2019

Ahli Geolistrik Air Tanah Pohuwato

Ahli Geolistrik Air Tanah Pohuwato
No.#1

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah salah satu  metode geofisika yang punya tujuan sadar sifat-sifat kelistrikan susunan batuan dibawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, karena arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama dari metode ini sebetulnya adalah melacak resistivitas atau tahanan type dari batuan. Resistivitas atau tahanan tipe adalah besaran atau parameter yang menunjukkan tingkat hambatannya pada arus listrik . Batuan yang mempunyai resistivitas makin besar, perlihatkan bahwa batuan tersebut susah untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung sanggup dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan mampu diukur bersama memasukkan arus listrik ke didalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik bisa berbentuk peta sebaran tahanan jenis baik dengan type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan keperluan diadakannya akuisisi knowledge serta style konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dikerjakan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk menyadari pergantian tahanan style lapisan batuan di bawah permukaan tanah dengan langkah mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini gunakan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat membuat aliran arus listrik bisa menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan adanya aliran arus listrik selanjutnya maka dapat menimbulkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur dengan  penggunakan multimeter yang membuka lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek berasal dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berlangsung pada elektroda MN turut beralih cocok bersama Info jenis batuan yang ikut terinjeksi arus listrik pada kedalaman yang lebih besar.

Dengan pemikiran bahwa kedalaman lapisan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini serupa dengan separuh dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan pengaruh dari injeksi aliran arus listrik ini bersifat setengah bola dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang mengfungsikan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris pada titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang berjalan dapat didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan jenis semu dikarenakan tahanan style yang terhitung tersebut merupakan gabungan dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilalui arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan tipe semu dari jarak AB terpendek sampai yang terpanjang tersebut dilukiskan terhadap grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan jenis semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu bentuk kurva information geolistrik. Dari kurva knowledge tersebut sanggup dihitung dan dikira pembawaan lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan hingga kedalaman lebih kurang 300 m terlalu berfaedah untuk jelas bisa saja adanya susunan akifer yaitu susunan batuan yang merupakan lapisan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) pada bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak tergoda oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini sanggup untuk mendeteksi adanya susunan tambang yang membawa kontras resistivitas dengan lapisan batuan pada anggota atas dan bawahnya. Bisa termasuk untuk jelas perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga dapat untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk memahami secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri dari sebagian konfigurasi, misalnya yang ke 4 buah elektrodanya terletak di dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada ke dua segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk mengetahui nilai ketebalan dan tahanan type batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk jelas karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama dengan cost survei yang relatif murah.

Umumnya lapisan batuan tidak membawa pembawaan homogen sempurna, layaknya yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat bersama permukaan tanah dapat amat berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini bakal memicu data geolistrik jadi menyimpang dari nilai sebenarnya. Yang sanggup mempengaruhi homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat terhadap jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang mampu menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yaitu tegangan listrik alami yang umumnya terkandung terhadap susunan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan terhadap mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang tidak sama terhitung akan memicu ketidak-homogenan susunan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini kebanyakan relatif kecil, namun seandainya digunakan konfigurasi Schlumberger bersama jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka ada bisa saja tegangan listrik alami tersebut turut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik pada elektroda MN, sehingga information yang terukur menjadi kurang benar.

Untuk menanggulangi terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dilaksanakan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter akan menyatakan tegangan listrik yang sangat diakibatkan oleh pengiriman arus terhadap elektroda AB. Multimeter yang membawa sarana seperti ini hanya terdapat terhadap multimeter bersama akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dijalankan bersama langkah menempatkan titik titik elektroda bersama beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan akan berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini mempunyai kelebihan dalam kecermatan pembacaan sebab miliki nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini termasuk tidak benar satu metode bersama dengan sinyal yang bagus. Kelemahan dari metode ini adalah tidak sanggup mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh pada hasil perhitungan. selain itu, metode ini perlu ongkos yang lebih mahal kalau dibandingkan bersama dengan konfigurasi yang lain karena tiap tiap berpindah, maka kabel kudu diganti bersama yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini ditunaikan bersama langkah yang mirip dengan Wenner, tetapi jarak elektroda arus mampu diubah tidak serupa dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini dapat berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah udah melewati batas eksentrisitas, perlu dilaksanakan shifting pada elektroda potensial supaya nilai yang didapatkan tetap mampu terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yaitu pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi adanya non-homogenitas susunan batuan pada permukaan dengan cara membandingkan nilai resistivitas semu saat shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan pada elektroda MN kecil saat AB berada sangat jauh, nyaris melalui batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilaksanakan dengan langkah yang benar-benar tidak sama bersama dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di letakkan berjauhan dengan jarak na dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal jika dibandingkan bersama wenner dan schlumberger. konfigurasi ini termasuk mampu digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki kualitas sinyal yang buruk jikalau dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita bisa melakukan pengurangan elektroda supaya konfigurasi berikut menjadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik bersifat tahanan type mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk sadar tidak tipis susunan lapuk, model batuan, struktur geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk penentuan konstruksi.

Pertambangan, untuk tahu persebaran mineral di didalam susunan tanah.

Minyak untuk sadar ketebalan lapisan lapuk dalam penentuan pemasangan bor, struktur susunan dan juga model batuan.

Arkeologi untuk paham situs-situs peninggalan histori yang terpendam dalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk mencari akuifer atau sumber air tanah atau memahami intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi mempunyai kedalaman semu maksimum yang dapat ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/5 berasal dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2