Ahli Geolistrik Air Tanah Hulu Sungai Utara

By | 27 September 2019
No ratings yet.

Ahli Geolistrik Air Tanah Hulu Sungai Utara

Ahli Geolistrik Air Tanah Hulu Sungai Utara Terbaik

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah suatu  metode geofisika yang memiliki tujuan memahami sifat-sifat kelistrikan lapisan batuan dibawah permukaan tanah dengan cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, gara-gara arus listrik berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini memang adalah mencari resistivitas atau tahanan tipe dari batuan. Resistivitas atau tahanan type adalah besaran atau parameter yang menunjukkan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang miliki resistivitas semakin besar, menyatakan bahwa batuan selanjutnya sukar untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik terhitung bisa dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain layaknya potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur bersama memasukkan arus listrik ke didalam tanah melalui 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik mampu bersifat peta sebaran tahanan style baik bersama dengan jenis mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding sesuai dengan keperluan diadakannya akuisisi data dan juga type konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali ditunaikan oleh Conrad Schlumberger terhadap th. 1912. Geolistrik merupakan keliru satu metoda geofisika untuk paham perubahan tahanan style susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini mengfungsikan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke didalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB dapat membuat aliran arus listrik sanggup menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik tersebut maka bakal menyebabkan tegangan listrik di dalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur dengan  penggunakan multimeter yang mengakses lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari terhadap jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang terjadi pada elektroda MN ikut berubah sesuai dengan informasi type batuan yang ikut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan asumsi bahwa kedalaman susunan batuan yang mampu ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama dengan separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini berwujud setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang kerap digunakan adalah yang manfaatkan 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus serta simetris terhadap titik tengah, yakni 2 buah elektroda arus (AB) di bagian luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di bagian dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang berjalan dapat didapat suatu harga tahanan style semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan model semu gara-gara tahanan type yang termasuk berikut merupakan gabungan dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang di lewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan type semu berasal dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang selanjutnya dideskripsikan pada grafik logaritma ganda dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan style semu sebagai sumbu Y, maka bakal didapat suatu wujud kurva data geolistrik. Dari kurva knowledge tersebut dapat dihitung dan diduga pembawaan lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik susunan batuan bawah permukaan hingga kedalaman sekitar 300 m sangat berguna untuk memahami kemungkinan adanya susunan akifer yakni lapisan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yakni lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, agar ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini mampu untuk mendeteksi adanya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas dengan susunan batuan terhadap bagian atas dan bawahnya. Bisa juga untuk memahami perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik juga mampu untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu berasal dari metoda geofisika yang lain untuk mengetahui secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari sebagian konfigurasi, apabila yang ke 4 buah elektrodanya terletak di dalam satu garis lurus bersama posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat pada kedua sisi yaitu konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk memahami nilai ketebalan dan tahanan style batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk mengerti karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama biaya survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak mempunyai cii-ciri homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi susunan batuan yang terdapat dekat bersama dengan permukaan tanah dapat terlampau berpengaruh terhadap hasil pengukuran tegangan dan ini dapat membawa dampak data geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang sanggup mempengaruhi homogenitas susunan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman dari pelapukan batuan induk, material yang terdapat pada jalan, genangan air setempat, perpipaan dari bahan logam yang sanggup menghantar arus listrik, pagar kawat yang terhubung ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang biasanya terkandung terhadap susunan batuan disebabkan oleh ada larutan penghantar yang secara kimiawi mengundang perbedaan tegangan pada mineral-mineral dari lapisan batuan yang tidak serupa terhitung akan mengakibatkan ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini umumnya relatif kecil, tetapi andaikata digunakan konfigurasi Schlumberger dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia bisa saja tegangan listrik alami selanjutnya ikut menyumbang pada hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, sehingga data yang terukur jadi kurang benar.

Untuk menangani ada tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum saat dikerjakan pengaliran arus listrik, multimeter diset pada tegangan listrik alami selanjutnya dan kedudukan awal berasal dari multimeter dibuat jadi nol. Dengan demikian alat ukur multimeter bakal memperlihatkan tegangan listrik yang benar-benar diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang mempunyai layanan layaknya ini hanya terkandung terhadap multimeter dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dikerjakan bersama dengan langkah meletakkan titik titik elektroda dengan beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini punya berlebihan didalam ketelitian pembacaan karena punyai nilai eksentrisitas yang tidak terlampau besar atau berharga sebesar 1/3. metode ini termasuk tidak benar satu metode dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak sanggup mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang mampu berpengaruh terhadap hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini perlu biaya yang lebih mahal jika dibandingkan bersama konfigurasi yang lain gara-gara tiap-tiap berpindah, maka kabel perlu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini dilaksanakan bersama langkah yang mirip bersama Wenner, tapi jarak elektroda arus dapat diubah tidak mirip dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas berasal dari konfigurasi ini dapat berkisar antara 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah melalui batas eksentrisitas, perlu dilakukan shifting terhadap elektroda potensial sehingga nilai yang didapatkan tetap dapat terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan information yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah bisa mendeteksi terdapatnya non-homogenitas lapisan batuan pada permukaan bersama cara membandingkan nilai resistivitas semu ketika shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil saat AB berada benar-benar jauh, hampir lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini dilaksanakan bersama dengan cara yang terlalu tidak serupa dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial di tempatkan berjauhan dengan jarak na berasal dari elektroda arus.

kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah biaya yang dikeluarkan tidaklah mahal kecuali dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga bisa digunakan untuk mapping, yaitu pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini memiliki mutu tanda yang buruk kecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kita sanggup melaksanakan pengurangan elektroda sehingga konfigurasi tersebut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil knowledge pengukuran geolistrik bersifat tahanan model bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk paham tidak tipis lapisan lapuk, type batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengetahui persebaran mineral di di dalam lapisan tanah.

Minyak untuk tahu ketebalan lapisan lapuk di dalam pemilihan pemasangan bor, struktur lapisan serta style batuan.

Arkeologi untuk tahu situs-situs peninggalan peristiwa yang terpendam didalam tanah.

Geologi regional suatu lokasi baik susunan geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau jelas intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi memiliki kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punya kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2