Ahli Geolistrik Air Tanah Hulu Sungai Tengah

By | 14 Oktober 2019
No ratings yet.

Ahli Geolistrik Air Tanah Hulu Sungai Tengah

Ahli Geolistrik Air Tanah Hulu Sungai Tengah Profesional

METODE GEOLISTRIK

Geolistrik adalah salah satu  metode geofisika yang memiliki tujuan sadar sifat-sifat kelistrikan susunan batuan di bawah permukaan tanah bersama cara menginjeksikan arus listrik ke didalam tanah. Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika aktif, sebab arus listrik berasal berasal dari luar sistem. Tujuan utama berasal dari metode ini sebetulnya adalah mencari resistivitas atau tahanan style dari batuan. Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau parameter yang menyatakan tingkat hambatannya terhadap arus listrik . Batuan yang punya resistivitas jadi besar, membuktikan bahwa batuan selanjutnya sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain resistivitas batuan, metode geolistrik termasuk dapat dipakai untuk memilih sifat-sifat kelistrikan lain seperti potensial diri dan medan induksi.

Resistivitas batuan sanggup diukur bersama memasukkan arus listrik ke didalam tanah lewat 2 titik elektroda di permukaan tanah dan 2 titik lain untuk mengukur beda potensial di permukaan yang sama. Hasil pengukuran geolistrik dapat berupa peta sebaran tahanan style baik bersama type mapping atau horisontal maupun sounding atau kedalaman. Hasil pengukuran geolistrik mapping maupun sounding disesuaikan bersama keperluan diadakannya akuisisi information dan juga model konfigurasi yang digunakan.

Penggunaan geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad Schlumberger pada th. 1912. Geolistrik merupakan tidak benar satu metoda geofisika untuk sadar perubahan tahanan model susunan batuan di bawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (‘Direct Current’) yang membawa tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini manfaatkan 2 buah ‘Elektroda Arus’ A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah bersama jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB bakal memicu aliran arus listrik bisa menembus susunan batuan lebih dalam.

Dengan terdapatnya aliran arus listrik tersebut maka akan menimbulkan tegangan listrik di didalam tanah. Tegangan listrik yang terjadi di permukaan tanah diukur bersama  penggunakan multimeter yang terhubung lewat 2 buah ‘Elektroda Tegangan’ M dan N yang jaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda AB. Bila posisi jarak elektroda AB diubah menjadi lebih besar maka tegangan listrik yang berjalan pada elektroda MN ikut beralih sesuai dengan Info style batuan yang ikut terinjeksi arus listrik terhadap kedalaman yang lebih besar.

Dengan asumsi bahwa kedalaman lapisan batuan yang bisa ditembus oleh arus listrik ini serupa bersama separuh berasal dari jarak AB yang biasa disebut AB/2 (bila digunakan arus listrik DC murni), maka diperkirakan dampak dari injeksi aliran arus listrik ini berbentuk setengah bola bersama dengan jari-jari AB/2.

mumnya metoda geolistrik yang sering digunakan adalah yang memakai 4 buah elektroda yang terletak dalamsatu garis lurus dan juga simetris pada titik tengah, yaitu 2 buah elektroda arus (AB) di anggota luar dan 2 buah elektroda ntegangan (MN) di anggota dalam.

Kombinasi dari jarak AB/2, jarak MN/2, besarnya arus listrik yang dialirkan dan juga tegangan listrik yang terjadi akan didapat suatu harga tahanan type semu (‘Apparent Resistivity’). Disebut tahanan tipe semu sebab tahanan jenis yang juga selanjutnya merupakan kombinasi berasal dari banyak susunan batuan di bawah permukaan yang dilewati arus listrik.

Bila satu set hasil pengukuran tahanan jenis semu dari jarak AB terpendek hingga yang terpanjang berikut diekspresikan pada grafik logaritma ganda bersama dengan jarak AB/2 sebagai sumbu-X dan tahanan type semu sebagai sumbu Y, maka akan didapat suatu wujud kurva data geolistrik. Dari kurva data selanjutnya dapat dihitung dan diduga pembawaan lapisan batuan di bawah permukaan.

KEGUNAAN GEOLISTRIK

Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan hingga kedalaman sekitar 300 m terlalu berfaedah untuk jelas barangkali ada susunan akifer yaitu susunan batuan yang merupakan susunan pembawa air. Umumnya yang dicari adalah ‘confined aquifer’ yaitu lapisan akifer yang diapit oleh susunan batuan kedap air (misalnya susunan lempung) terhadap bagian bawah dan bagian atas. ‘Confined’ akifer ini mempunyai ‘recharge’ yang relatif jauh, sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terbujuk oleh pergantian cuaca setempat.

Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi terdapatnya lapisan tambang yang mempunyai kontras resistivitas bersama lapisan batuan pada bagian atas dan bawahnya. Bisa juga untuk mengetahui perkiraan kedalaman ‘bedrock’ untuk fondasi bangunan.

Metoda geolistrik terhitung mampu untuk menduga ada panas bumi (geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan tidak benar satu metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk memahami secara pasti keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

KONFIGURASI

Metoda geolistrik terdiri berasal dari beberapa konfigurasi, seandainya yang ke 4 buah elektrodanya terletak dalam satu garis lurus bersama dengan posisi elektroda AB dan MN yang simetris pada titik pusat terhadap ke-2 segi yakni konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Setiap konfigurasi membawa metoda perhitungan tersendiri untuk menyadari nilai ketebalan dan tahanan tipe batuan di bawah permukaan. Metoda geolistrik konfigurasi Schlumberger merupakan metoda favorit yang banyak digunakan untuk mengerti karakteristik susunan batuan bawah permukaan bersama dengan ongkos survei yang relatif murah.

Umumnya susunan batuan tidak membawa sifat homogen sempurna, seperti yang dipersyaratkan terhadap pengukuran geolistrik. Untuk posisi lapisan batuan yang terletak dekat bersama dengan permukaan tanah akan benar-benar berpengaruh pada hasil pengukuran tegangan dan ini bakal memicu data geolistrik jadi menyimpang berasal dari nilai sebenarnya. Yang sanggup merubah homogenitas lapisan batuan adalah fragmen batuan lain yang menyisip pada lapisan, segi ketidakseragaman berasal dari pelapukan batuan induk, material yang terkandung pada jalan, genangan air setempat, perpipaan berasal dari bahan logam yang mampu menghantar arus listrik, pagar kawat yang membuka ke tanah dsbnya.

‘Spontaneous Potential’ yakni tegangan listrik alami yang umumnya terdapat pada lapisan batuan disebabkan oleh terdapatnya larutan penghantar yang secara kimiawi menimbulkan perbedaan tegangan pada mineral-mineral berasal dari lapisan batuan yang tidak sama termasuk akan memicu ketidak-homogenan lapisan batuan. Perbedaan tegangan listrik ini biasanya relatif kecil, namun jika digunakan konfigurasi Schlumberger bersama dengan jarak elektroda AB yang panjang dan jarak MN yang relatif pendek, maka tersedia bisa saja tegangan listrik alami selanjutnya ikut menyumbang terhadap hasil pengukuran tegangan listrik terhadap elektroda MN, supaya knowledge yang terukur jadi tidak cukup benar.

Untuk menangani terdapatnya tegangan listrik alami ini hendaknya sebelum akan dijalankan pengaliran arus listrik, multimeter diset terhadap tegangan listrik alami tersebut dan kedudukan awal dari multimeter dibikin jadi nol. Dengan demikianlah alat ukur multimeter dapat memperlihatkan tegangan listrik yang amat diakibatkan oleh pengiriman arus pada elektroda AB. Multimeter yang membawa layanan seperti ini cuma terkandung pada multimeter bersama dengan akurasi tinggi.

Konfigurasi Wenner

Pengukuran ini dilaksanakan dengan cara menempatkan titik titik elektroda bersama dengan beda jarak satu mirip lain yang sama. Elektroda yang bersebelahan bakal berjarak mirip (AM = MN = NB = a). Konfigurasi ini memiliki kelebihan didalam kecermatan pembacaan dikarenakan punyai nilai eksentrisitas yang tidak terlalu besar atau miliki nilai sebesar 1/3. metode ini juga tidak benar satu metode bersama dengan sinyal yang bagus. Kelemahan berasal dari metode ini adalah tidak dapat mendeteksi homogenitas batuan di dekat permukaan yang sanggup berpengaruh pada hasil perhitungan. tak sekedar itu, metode ini perlu ongkos yang lebih mahal jikalau dibandingkan dengan konfigurasi yang lain gara-gara tiap tiap berpindah, maka kabel kudu diganti dengan yang lebih panjang.

Konfigurasi Schlumberger

Pengukuran ini ditunaikan bersama dengan cara yang sama dengan Wenner, tetapi jarak elektroda arus sanggup diubah tidak mirip dengan jarak elektroda potensial. Nilai eksentrisitas dari konfigurasi ini bisa berkisar pada 1/3 atau 1/5. Apabila elektroda arus yang dipindah telah melewati batas eksentrisitas, wajib ditunaikan shifting terhadap elektroda potensial agar nilai yang didapatkan masih sanggup terbaca.

konfigurasi schlumberger biasanya digunakan untuk sounding, yakni pengambilan data yang difokuskan secara vertikal. Kelebihan berasal dari konfigurasi ini adalah mampu mendeteksi adanya non-homogenitas susunan batuan terhadap permukaan bersama cara memperbandingkan nilai resistivitas semu kala shifting. Sedangkan kelemahannya adalah pembacaan terhadap elektroda MN kecil kala AB berada terlampau jauh, hampir lewat batas eksentrisitasnya.

Konfigurasi Dipole-Dipole

Pengukuran ini ditunaikan bersama langkah yang benar-benar tidak sama dengan dua konfigurasi diatas. Elektroda potensial diletakkan berjauhan bersama jarak na dari elektroda arus.

kelebihan dari konfigurasi ini adalah ongkos yang dikeluarkan tidaklah mahal kalau dibandingkan bersama dengan wenner dan schlumberger. konfigurasi ini juga dapat digunakan untuk mapping, yakni pengukuran yang memfokuskan hasil secara lateral. untuk kekurangannya adalah konfigurasi ini miliki kualitas isyarat yang buruk terkecuali dibandingkan wenner dan schlumberger. Selain dipole-dipole kami mampu lakukan pengurangan elektroda supaya konfigurasi tersebut jadi pole-dipole (pengurangan 1 elektroda) atau pole-pole (2 elektroda).

MANFAAT PENGUKURAN JASA GEOLISTRIK

Hasil data pengukuran geolistrik berbentuk tahanan jenis mampu dimanfaatkan untuk kebutuhan:

Geologi Teknik untuk paham tebal susunan lapuk, jenis batuan, susunan geologi serta porositas dan permeabilitas batuan untuk pemilihan konstruksi.

Pertambangan, untuk mengetahui persebaran mineral di dalam susunan tanah.

Minyak untuk mengetahui ketebalan susunan lapuk di dalam penentuan pemasangan bor, susunan susunan dan juga style batuan.

Arkeologi untuk mengetahui situs-situs peninggalan histori yang terpendam di dalam tanah.

Geologi regional suatu wilayah baik struktur geologi maupun stratigrafinya.

Hidrologi, untuk melacak akuifer atau sumber air tanah atau sadar intrusi air laut.

PSEUDO-DEPTH

Tiap konfigurasi punyai kedalaman semu maksimum yang sanggup ditembus:

  • Wenner: konfigurasi ini memiliki kedalaman semu sebesar 1/3 berasal dari bentangan AB
  • Schlumberger: konfigurasi ini mempunyai kedalaman semu sebesar 1/5 dari bentangan AB
  • Dipole-Dipole: Konfigurasi ini punyai kedalaman semu sebesar MN(n+1)/2