3 Alasan Utama Kini Harus Beralih dari Bata Merah ke Bata Ringan

By | 4 Desember 2019
Bata Ringan

Sejasaku.net – Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai sektor kehidupan pun mengalami kemajuan. Tak saja merambah ranah telekomunikasi dan transportasi, pemutakhiran teknologi juga dijumpai dalam bidang konstruksi dan properti. Bangunan-bangunan bersejarah yang masih lestari, baik candi, benteng atau istana-istana kerajaan menyiratkan bagaimana teknologi konstruksi kala itu digunakan. Candi misalnya,–yang lazim dijumpai di banyak wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta misalnya, diketahui menggunakan bahan dasar batu. Lain halnya dengan candi yang ada di Jawa Timur yang umumnya berbahan batu bata merah. Perbedaan material ini dipengaruhi oleh perbedaan masa pembangunan dan juga ketersediaan bahan baku di wilayah masing-masing. Demikian pula dengan benteng-benteng pertahanan dan istana-istana kerjaan di masa lalu yang umumnya berdinding batu bata merah. Namun, kini zaman telah berubah, membangun rumah dan gedung tak lagi melulu menggunakan bata merah bahkan batu kali, tetapi bisa menggunakan bata ringan. Ringan? Apakah kuat?

Tahan penasaran Anda sejasaku .net akan mengajak Anda mengulik 3 alasan utama mengapa kini sudah harus beralih dari batu bata merah ke bata ringan.

Sebelum membahas lebih jauh tentang 3 hal tersebut, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan bata ringan. Apa sich bata ringan itu? Ya, bata ringan sebenarnya adalah jenis material baru dalam pembangunan rumah atau bangunan. Kerap disebut sebagai AAC (Autoclave Aerated Concrete), seperti namanya bata ringan memang ringan di bobot, tetapi tetap tebal dan tahan panas. Maccon AAC (MAC) sendiri adalah varian bata ringan berkualitas mumpuni dan merupakan yang terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Beragam Ukuran

Maccon AAC memiliki 6 ukuran yang berbeda. Ukuran terkecil adalah MAC Standard 7,5 dengan dimensi 60×7,5×20 cm. Sedikit lebih besar adalah MAC standard 10 yang berdimensi 60x10x20 cm. Di atasnya lagi masing-masing adalah MAC Standard 12,5, MAC Standard 15 dan MAC Standard 17,5 dengan ukuran masing-masing berurutan, 60×12,5×20 cm, 60x15x20 cm, dan 60×17,5×20 cm. Sementara ukuran terbesar adalah MAC Standard 20 berukuran 60x20x20 cm.

Dengan banyaknya varian ukuran yang dimiliki tersebut, Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan. Artinya, jika ingin membangun rumah atau bangunan kecil, bisa menggunakan ukuran yang kecil. Demikian pula sebaliknya, jika ingin membangun ruangan yang besar, tentu menggunakan varian ukuran standard 20. Dengan menyesuaikan ukuran bata ringan yang hendak dibangun dengan luas atau besar kecilnya bangunan, penghematan pun bisa dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari tenaga, biaya hingga waktu.

Kualitas Mumpuni

Berikutnya, MAC AAC juga memiliki kualitas yang mumpuni. Bata ringan Maccon dibuat dari bahan kapur, pasir, semen, air, dan bahan pengembang. Produksi pun dilakukan di pabrik milik Maccon sendiri yang berlokasi di Maron, Sulawesi Selatan. Proses produksi yang dilakukan sendiri ini memberi jaminan kualitas yang lebih mumpuni, karena pengontrolan dilakukan dengan lebih ketat dan maksimal.

Selain itu, Maccon ACC juga memiliki keunggulan tahan api dan rayap. Berbeda dengan bata merah biasa yang tahan api maksimal 2 jam saja, Maccon AAC mampu bertahan dilalap si jago merah hingga 7 jam. Selain material yang unggul, menggunakan Maccon ACC juga lebih menguntungkan, karena lebih cepat dalam pemasangannya.

Stok tercukupi

Oleh karena memiliki pabrik sendiri, Maccon AAC pun menjamin ketersediaan barang. Kapasitas produksinya cukup tinggi, mencapai 250.000 m3 per tahun . Dengan demikian, Anda pun  tak perlu risau tidak akan mendapatkan ukuran batu ringan yang sama jika ingin membangun bangunan selanjutnya.

Baca juga: Jual Bata Ringan di Makassar

Nah, demikian beberapa keunggulan dari bata ringan MAC ACC. Semoga informasi ini membantu bagi Anda yang tengah bingung mencari informasi tentang bata ringan berkualitas terbaik. (y)